Pleno Diwarnai Gegeran, 1 Diusir, Muncul Ledakan

KEDIRI – Akhir Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ponpes Al- Falah Ploso, Kediri,diwarnai dengan munculnya gegeran antar peserta, pengusiran 1 peserta, hingga ledakan konsleting listrik.
Gegeran antar peserta itu bermula usai Prof. Astoru Nia, wakil komisi, membacakan rekomendasi hasil sidang komisi, yang antara lain lokasi Muktamar ke-35. Komisi hanya membacakan area muktamar, bukan titik lokasi, yaitu NTB, Jawa Timur, Sumatra, dan Jakarta.
Usai penyampaian, pimpinan sidang secara sepihak tiba tiba menyampaikan permintaan persetujuan ke peserta dan menyebut yang paling layak adalah Ponpes Lirboyo dengan beberapa alasannya. Pernyataan ini, segera disetujui oleh sebagian peserta.
Melihat situasi ini, segera memancing reaksi peserta lain. Rois Aam PBNU, KH. Miftahul Akhyar segera maju ke depan, menjelaskan bahwa selama ini penetapan lokasi Muktamar adalah hak para pengurus wilayah (PW-PW). Beliau juga membatalkan putusan sepihak pimpinan sidang itu. “Dengan ini, putusan saya batalkan,” ujar Miftahul Akhyar.
Sejunlah peserta juga berteriak teriak bahwa pimpinan sidang otoriter. Tak ayal, suasana menjadi gaduh dan memanas, muncul gontok gontokan dan teriakan antar peserta.
Untung saja, petugas keamanan internal dan peserta lain segera mengevakuasi peserta terus berteriak itu sambil membaca sholawat bersama.
Suasana akhirnya segera reda dan proses akhir Munas – Konbes NU itu bisa berjalan normal kembali.
Selain itu, akhir Munas – Konbes NU itu juga diwarnai insiden ledakan dan kebakaran di sisi samping area utama Munas, usai rapat pleno terakhir berlangsung, Senin (22/6/’26)
Ledakan keras dan kebakaran itu, meskipun dan hanya berlangsung sekitar lima menit, membuat sejumlah kyai peserta Munas banyak yang sempat semburat berlarian menjauh, karena kaget dan takut.
Ledakan dan kebakaran itu, karena konsleting listrik di sisi barat peserta Munas, di luar area utama. Beberapa soundsistem, amplifier, dan kain ikut terbakar. Namun dalam waktu singkat ledakan itu segera bisa diatasi. Sejumlah orang yang berada di sekitar segera memadamkan api dengan alat seadanya. Sehingga api tidak membesar dan tidak sampai mempengaruhi jalannya proses akhir Munas- Konbes NU. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka serius pada kejadian itu.
Ledakan dan kebakaran itu juga sempat memunculkan asap tebal di sekitar lokasi. Sejumlah tim kesehatan segera membagikan masker untuk para peserta Munas – Konbes NU, guna menghindari efek pada pernafasan. “Listrik konslet, konslet,” kata orang orang yang berada di sekitar lokasi. (Mam)Κ

DIEVAKUASI : Salah seorang peserta dievakuasi atau diusir dari ruang sidang pleno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.