Mega Proyek Stadion, Dana Bengkak Rp 215 Miliar, Potensi Mangkrak ?

Ruang-Ruang Penuh Genangan Air, Bangunan Stadion Bocor ?

KEDIRI- Mega proyekstadion Dhaha Jayati Kediri di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, pembiayaan yang dikeluarkan dari APBD Kabupaten Kediri, tampaknya akan terus membengkak, Yang awalnya pada 2023 dianggarkan Rp 150 miliar, hingga anggaran 2026 ini, dana yang dianggarkan sudah tembus Rp 215 miliar lebih. Sebab pada 2026 ini, Pemkab Kediri kembali menganggarkan untuk proyek stadion senilai sekitar  Rp 60 miliar.

AKAN TERUS MNANGKRAK ? : sTADION dJAYATI kEDIRI DI dESA bULUSARI, kECAMATAN tAROKA, kABU[TEN kEDIRI

Meski demikian, potensi penyelesaian mega proyek di Kabupaten Kediri ini terus akan molor atau berpotensi mangkrak, masih terus terbuka. Pasalnya, hingga April 2026 ini, kondisi bangunan fisiknya masih jauh dari harapan untuk bias digunakan untuk pertandingan resmi.

BANGUNAN STADION BOCOR ? : Ruang kamar-kamar do sekeliling stadion Dhaha Djayati penuh genangan air di dalamnya, didyga bangunan stadion bocor

Saat Kediri Post mendatangi lokasi mega proyek itu, secara umum kondisi bangunan masih cukup memprihatinkan jika dilihat dari dekat. Meskipun secara sekilas jika dilihat dari jauh, bangunan itu terkesan gagah, tapi belum bisa digunakan sebagaimana mestinya.

JEJAK DIGITAL  Berita kutipan pernyataan Bupati Kediri Dhito terkait proyek stadion Dhaha Djayati Kediri

Secara umum, banyak sisi bangunan yang masih jauh dari untuk digunakan secara normal, mulai jalan masuk utama menuju ke stadion, kondisi di kawasan lingkar luar stadion, ruang-ruang bangunan pendukung di lingkar stadion, semuanya masih manunjukkan kondisi yang belum siap. Sehingga potensi untuk mangkrak, sangat terbuka.

PADA 2024 SUDAH BISA BERFUNGSI ?  Kenyatannya, pada 2026 ini masih belum bisa berfungsi. 

Area tempat duduk penonton, terlihat sudah banyak berlumut yang menghitam. Untuk ruang-ruang atau bangunan kamar-kamar di sekeliling stadion, sama sekali belum tersentuh, bahkan banyak air berkubang yang mengisi di dalam ruang-ruang kamar sekeliling stadion. Ada kemungkinan, air itu merupakan air hujan yang menerobos di sela-sela bangunan stadion alias air hujan yang bocor hingga masuk ke ruang kamar-kamar stadion.

Berdasarkan data LPSE Kabupaten Kediri, proyek yang dibangun 2023 itu menghabiskan dana Rp 150 miliar dari APBD Kabupaten Kediri. Pada LPSE itu, tidak disebutkan bahwa dana itu merupakan dana tahap pertama.

Berdasarkan jejan digital pemberitaan media massa, yang terbit pada 7 Desember 2023, antara lain pada chanel Liputan 6,  Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana alias Dhito, menyebut bahwa proyek pembangunan stadion itu progresnya sudah mencapai 84 persen. Artinya, hamper selesai dengan target rampung pada 21 Desember 2023. Ternyata hingga kini masih dalam konsisi ‘mangkrak’ atau setidaknya sama sekali belum bisa digunakan untuk pertandingan resmi.

Proyek stadion itu hingga sekarang belum tuntas, meskipun sudah memasuki kwartal pertama 2026 . Pada 2025, APBD Pemkab Kediri memasukkan pembiayaan lagi untuk proyek stadion dengan nilai kontrak Rp 7,6 miliar dengan menyebut sebagai tahap 2. Lagi-lagi, ternyata pembangunan stadion belum tuntas. Kini, pada 2026, Pemkab Kediri menggarkan dana fantastis yaitu Rp 58,2 miliar untuk tahap 3. Sehingga secara total, anggaran untuk proyek stadion mencapai Rp 215 miliar lebih.

Belum jelas, apakah dengan anggaran tahap 3 ini pembangunan proyek stadion Dhaha Jayati akan benar-benar tuntas atau justru tetap akan ‘mangkrak’, setidaknya tetap belum layak untuk digunakan dalam pertandingan resmi ?

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Kediri, Diana Herawati, saat dikonfirmasi melalui saluran selulernya, tidak bersedia memberikan jawaban. Dia meminta Kediri Post untuk menghungi langsung Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Irwan Chandra. Namun saat Irwan dihubungi melalui saluran selulernya, hingga berita ini ditulis, dia belum memberikan jawaban apapun. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.