KEDIRI – Duet KH. Umar Faruq alias Gus Faruq dan H.Sentot Djamaluddin, kembali menjadi duet yang menahkodai DPC PKB Kabupaten Kediri periode 2026-2031. Gus Faruq tetap dalam posisi di ketua dewan syuro, sedang Sentot Djamaluddin tetap sebagai ketua tanfidz.
Duet Gus Faruq dan H.Sentot ini, merupakan duet periode kepemimpinan yang ketiga dalam memimpin PKB di Kabupaten Kediri, sekaligus kepemimpinan terlama.
Duet ini, masih menggambarkan peran peran dua posisi yang saling melengkapi, yaitu pesantren dan masyarakat umum. Mengingat Gus Faruq adalah salah satu dzurriyah Ponpes Al-Falah, Ploso, sebagai pondok pesantren NU terbesar di Kabupaten Kediri.

Berdasarkan SK DPP PKB, secara umum pengurus DPC PKB masih banyak dihuni wajah wajah lama yang cukup familiar, hanya beberapa posisinya berubah, seperti H. Masykur Lukman, H. Abdul Hasyim, Bunyanah, KH.Mudhofir, H.Samsul Hadi, KH. Assabik, H. Mudawamah, dan sebagainya.
Meski demikian, ada nama nama kaum muda yang masuk di jajaran harian dengan posisi strategis, yaitu Ahmad Ahla sebagai sekretaris dan Virgin Sabrina sebagai wakil sekretaris 1. Sedangkan KH. Mudhofir yang semula sebagai sekretaris, naik jabatan sebagai wakil ketua.
Paduan ketua tanfidz Sentot Djamaluddin dan Ahmad Ahla sebagai kader muda progresif, Seakan, paduan ini sebagai salah satu bentuk regenerasi praktis dari kelompok kader lama berpengalamn dan cenderung konservatif ke kader muda progresif sebagai penerus, sekaligus untuk merekrut suara kelompok muda yang cukup besar sebagai pendulang suara pada Pemilu 2029 mendatang. (Mam)



Tinggalkan Balasan