Sedekah Bumi, Berebut Gunungan Tahu

KEDIRI- Ribuan warga, berebut gunungan tahu takwa, tahu khas Kediri, pada momen gerebek syuro atau sedekah bumi Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamata Ngasem, Kabupaten Kediri, Jumat (3/7/’26) di kawasan kompleks pemakaman tokoh sesepuh setempat, syech Zainal Abidin. Untung saja, tahu yang ditata menyerupai gunungan besar itu dibungkus dengan plastic, sehingga ketika warga berebut tahu atau tahu dilempar, tidak mudah kotor terkena debu maupun tanah.

Selain berebut gunungan tahu, ada sejumlah gunungan lain yang disediakan panitia, umumnya berupa hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan seperti terong, sawi, kacang panjang, nanas, kates, dan sebagainya.

Ribuan warga itu, mulai berdatangan ke lokasi sedekah bumi sejak pagi, sekitar pukul 07.00, banyak di antara mereka yang membawa serta keluarga, anak, istri, maupun saudaranya. Mereka menunggu dimulainya prosesi sedekah bumi, mendo’akan para leluhur dan seluruh warga Desa Toyoresmi agar selalu selamat, sejahtera, dan rezeki melimpah.

Sebelum warga berebut sejumlah barang sedekah bumi berupa tahu, sayuran, dan buah-buahan itu, mereka dengan sabar menunggu sambil menanti selesainya do’a bersama. Namun, karena do’a yang dibacakan para imam sedekah bumi dinilai terlalu lama, sebagian warga mulai tidak sabar, sebagian di antara mereka mulai mengambil sayur-sayuran yang berada di gunungan. Padahal, sebelumnya panitia terus menerus mengingatkan, agar gunungan tidak diperebutkan sebelum do’a selesai.

Melihat sebagian warga mulai mengambil sayuran yang ada di gunungan, warga yang lain mulai merangsek maju untuk ikut-ikutan berebut, meskipun imam do’a belum selesai membacakan do’anya. Awalnya, warga hanya berebut sayuran dan buah-buahan. Sedangkan gunungan tahu yang dijaga sejumlah orang, masih aman.

Namun begitu gunungan sayuran dan buah-buahan habis, warga beralih merangsek ke gunungan tahu. Mereka segera berebut untuk mendapatkan bungkusan tahu kuning GTT khas Kediri itu, yang dibungkus dengan plastic kecil. Beberapa petugas yang semula menjaga tahu itu, akhirnya segera membagi-bagikan tahu itu dengan cara melempar ke warga yang tidak bisa mendekat ke gunungan tahu.

Gatot Siswanto, Kepala Desa Toyoresmi, menjelaskan di desanya ada tiga dusun, yaitu Dusun Toyoresmi, Dusun Besuk, dan Dusun Gempol Garut.  Masing-masing dusun memiliki sejarahnya sendiri-sendiri dan adat budaya yang berbeda-beda. Sehingga sedekah bumi tidak hanya dilakukan satu kali, tapi menyesuaikan dengan adat budaya di dusun masing-masing. “Semuanya memiliki adat budayanya sendiri-sendiri, jadi sedekah buminya bergantian,”katanya. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.