Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi kepada para pelaku usaha, mitra liaison, serta responden survei yang selama ini berkontribusi dalam penyediaan data dan informasi bagi pelaksanaan tugas BI.
Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, dalam paparannya menyampaikan bahwa perekonomian nasional sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan kuat di tengah ketidakpastian global. Pada triwulan III/2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat solid, ditopang belanja pemerintah, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan investasi. Sementara inflasi nasional terjaga pada level 2,72% (yoy), masih berada dalam target 2,5% ± 1%.
Senada dengan kondisi nasional, Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi 5,22% (yoy) pada triwulan III/2025, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi penyumbang terbesar, sementara konsumsi rumah tangga serta investasi tetap menjadi motor utama pertumbuhan.
Di wilayah kerja BI Kediri, kinerja ekonomi sepanjang 2025 juga menunjukkan tren positif. Optimisme konsumen dan penguatan aktivitas usaha tercermin dari hasil berbagai survei BI, seperti Survei Konsumen, Survei Pedagang Eceran, serta Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).
Di sektor keuangan, intermediasi perbankan tumbuh signifikan didorong kenaikan kredit investasi hingga 28,58%. Digitalisasi sistem pembayaran pun semakin menguat dengan meningkatnya penggunaan QRIS dan transaksi non-tunai.
Melihat perkembangan tersebut, BI Kediri memprakirakan ekonomi Jawa Timur pada 2026 tetap terjaga pada kisaran 4,8% hingga 5,6% (yoy). Optimisme tersebut ditopang perbaikan ekspor, akselerasi investasi, meningkatnya keyakinan konsumen, serta stimulus kebijakan pemerintah. Inflasi 2026 juga diperkirakan tetap berada dalam rentang sasaran.
Yayat menekankan perlunya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Fokus kolaborasi yang akan didorong BI mencakup penguatan investasi, pengembangan industri dan UMKM, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, penguatan ekosistem keuangan daerah, serta optimalisasi peran TPID dalam pengendalian inflasi.
Dalam kegiatan tersebut, BI Kediri juga menghadirkan motivator dan pengusaha Merry Riana yang membawakan materi “Mindful for Business: Kunci Inovasi dan Kreativitas” guna memberikan wawasan kepada pelaku usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi era digital.
Sebagai bentuk apresiasi, BI Kediri memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra terbaik, di antaranya PT Industri Kereta Api (INKA), CV Mulia Group, CV Morodadi Sejahtera, PT Global Indo Furniture, CV Adj Wahana, UD Sulis Jaya, serta UD Yuyun.
BI berharap kerja sama yang terjalin selama ini dapat terus diperkuat demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.(bd)


Tinggalkan Balasan