KEDRI – Sejumlah warga Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto , Kota Kediri, menutup akses jalan menuju lokasi Pembangunan dan mengusir truk material yang membawa bahan-bahan material bangunan. Penutupan akses jalan itu, dilakukan sejak Jumat (18/9/’26) karena pelaksana Pembangunan dinilai tidak mengindahkan aspirasi warga sekitar yang terdampak Pembangunan makam itu.
Awalnya, penutupan akses jalan itu dilakukan dengan membuat portal setinggi sekitar dua meter dari bambu. Namun, tiba-tiba portal bambu dirusak oleh sejumlah orang saat warga sekitar berangkat kerja. Kini, mereka mengubah bentuk portal dengan terop kecil setinggi sekitar dua meter, yang dipasang di tengah jalan. Sehingga truk pembawa material tidak bisa masuk ke lokasi Pembangunan pagar makam,

“Kebetulan, jalan ini bukan jalan milik asset Pemerintah, tapi lahan warga yang sejak semula digunakan untuk jalan umum, jadi secara formal masih milik warga sekitar yang kebetulan terdampak,”ujar Huda, salah seorang warga terdampak.
Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, warga menunggui poral dari terop itu agar tidak dibongkar orang lain. Kebetulan, pada Senin (21/9/’26), ada truk pembawa material yang akan mengirim ke lokasi bangunan. Truk itu akhirnya diusir warga.
Bukan itu saja, sebagai bukti protes warga, mereka juga membuat tulisan protes di tengah-tengah lokasi bangunan, bahwa warga sekitar yang terdampak menolak Pembangunan pagar makam itu jika tidak mengindahkan aspirasi warga. Baner protes itu dilengkapi dengan tandatangan warga. “Kami juga sudah mengirim surat ke Walikota, Dinas Perkim, dan lain-lain, tapi tidak ada jawaban,”jelas Huda.
Huda, mengatakan, warga sekitar yang terdampak sebenarnya tidak menolak Pembangunan itu, hanya menginginkan agar Pembangunan pagar makam itu digeser hingga sekitar 5 meter ke barat. Alasannya, agar parkir peziarah ke depannya tidak sampai menumpuk di jalan atau sampai ke halaman warga. Mengingat, akses jalan yang ada sangat sempit. “Kalau peziarah parkir, trus di depannya masih ada motor peziarah lain, tidak bisa memutar, harus menunggu kendaraan di depannya pergi dulu, itu sangat merepotkan,”ujarnya.
Menurut Huda, sebenarnya warga terdampak sudah mengingatkan para pemangku kebijakan jauh-jauh hari sebelumnya. Namun sama sekali tidak diindahkan, dengan alasan sudah muncul RAB (Rancangan Anggaran Belanja), dan gambar bangunan pagar. “Itu tidak masalah tanpa mengubah gambar dan RAB, karena RAB-nya tidak pagar penuh seluruh lahan, hanya menggeser sebelah timur ke barat,”tandas Huda.
Jika tidak ada perubahan kebijakan, lanjut Huda, warga terdampak akan tetap menjaga portal jalan itu hingga Pemkot Kediri melakukan perubahan kebijakan.
Pantauan Kediri Post di lokasi, pembangunan itu terlihat tersendat, karena kekurangan material. Sejumlah pekerja tampak hanya thongkrongan sambil merokok. Hanya ada 2 pekerja yang terlihat beraktivitas. Karena kekurangan material. Maklum, satu-satunya akses jalan yang bisa dilalui truk material diportal oleh warga. Sedangkan akses jalan lain sangat sempit, tidak bisa dilalui truk. (mam)

Tinggalkan Balasan