Terinspirasi Sambal Tumpang Kediri, KIM Sekartaji Raih Juara JKF

 

KEDIRI-Kolompok Informasi Masyarakat (KIM) Sekartaji Kelurahan Mrican Kota Kediri berhasil meraih penghargaan Anugerah Pewarta Warga (APW) kategori artikel terbaik dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim di salah satu hotel di Kota Batu. Tropy APW diserahkan oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko mewakili Gubernur Jawa Timur kepada ketua KIM Sekartaji, Agus Imam Subekti. Tropy penghargaan diserahkan saat momentum penutupan JKF Kamis malam (28/7). Kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari tersebut mengangkat tema Optimis Jatim Bangkit dengan Akselerasi Transformasi Digital.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi atas penghargaan yang diterima ketua KIM Sekartaji Agus Imam Subekti. “Artikel yang ditulis oleh Mas Agus ini sangat keren. Topiknya tentang Sambel Tumpang, makanan khas Kota Kediri. Jadi artikelnya juga membantu mempromosikan kuliner khas Kota Kediri. Semoga ini bukan karya terakhir Mas Agus. Saya juga berharap akan banyak artikel lain yang mengulas potensi Kota Kediri,” ungkap Wali Kota Kediri.

Apip Permana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri memaparkan terdapat beberapa sub kegiatan dalam JKF, antara lain: Forum Statistisi, Forum Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Forum Walidata, Workshop Kehumasan, Workshop Literasi Digital, Workshop Jatim Smart Innovation, Workshop Smart Communication Product, Workshop Relawan TIK, dan Sosialisasi Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Bimbingan Teknis (Bimtek) Website Kim.id, serta Rapat Koordinasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR).

Berjudul “Kreatif, Olahan Tempe Basi Kediri Tembus Pasar Manca Negara”, artikel yang ditulis oleh Agus Iman Subekti atau biasa dipanggil Sefa tersebut berhasil menjadi juara 2. Dalam artikel tersebut, Sefa mengisahkan tentang inspirasi penulisan artikel tersebut bermula dari tingginya minat masyarakat terhadap kudapan sambal tumpang khas Kota Kediri yang diburu hingga luar negeri. “Saya melihat hal tersebut sangat inspiratif. Jadi saya tergugah untuk mengangkat ke dalam sebuah artikel dan mengikutsertakannya di APW ini,” jelas Sefa.

Sebelum melenggang ke APW, dirinya mempersiapkan secara matang artikel yang ditulisnya agar dapat menggugah minat pembaca. Sefa mengaku bahwa riset merupakan kunci utama dalam penulisan artikelnya supaya informasi yang ditampilkan bersifat riil. “Artikel kan beda dengan video/film, jadi kita sebagai penulis harus bisa membangunkan imajinasi pembaca tentang tulisan kita. Makanya riset sangat penting,” ujarnya.

Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Kediri yang telah memfasilitasinya dalam ajang APW ini. Menurutnya, Pemkot Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika sangat aktif dalam merangkul KIM se-Kota Kediri melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan. “Sebelum berangkat ke APW Saya merasa sangat dibantu oleh Dinas Kominfo Kota Kediri, mulai dari administrasi hingga hearing dengan jurnalis profesional, jadi artikel Saya semakin matang,” paparnya.[adv/kom]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.