Usulkan KH. Mahrus Aly sebagai Pahlawan Nasional

KEDIRI – Tokoh kharismatik dan salah satu tiga tokoh Pondok Pesantren Lirboyo, (alm) KH. Mahrus Aly, akan diajukan untuk menjadi Pahlawan Nasional yang digagas oleh Erjik Bintoro, anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur. Karena beliau dinilai memiliki peran besar dalam perjuangan Kemerdekaan RI, khususnya di Jawa Timur.

USULKAN TOKOH LIRBOTO JADI PAHLAWAN NASIONAL : Erjik Bintoroo, anggota fraksi PKB DPRD Jawa Timur dari Kediri

Upaya mengusulkan agar KH. Mahrus Aly menjadi pahlawan Nasional ini, dilakukan dalam forum Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Hotel Insumo, Kota Kediri, Minggu (17/4/2022). Hadir pada acara itu putra KH. Mahrus Aly, antara lain KH. An’im Falahuddin Mahrus, Imam Mubarok, dan Erjik Bintoro.

Erjik Bintoro menjelaskan, bahwa banyak jejak perjuangan dan pergerakan yang dilakukan oleh Kiai Mahrus Aly antara lain dalam perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan hingga melawan pemberontakan PKI. “Jejak sejarah tersebut juga telah ditulis di beberapa buku sejarah diantaranya dalam buku Tiga Tokoh Lirboyo. Beliau berjuang mempertahankan kemerdekaan dan juga ikut berperang dalam pertempuran 10 November,” tandas Erjik.

Peran dan kontribusi Kiai Mahrus tersebut, lanjut Erjik, sudah cukup untuk menjadi syarat disematkannya gelar pahlawan nasional untuk KH. Mahrus Aly. Apalagi,  peran tersebut tidak beliau lakukan sendiri. Namun beliau juga mampu menggerakkan masyarakat, utamanya kaum santri, untuk melawan para penjajah.

Bagi Erjik Bintoro sendiri, gagasan mengusulkan tokoh Kediri untuk menjadi Pahlawan Nasional ini, merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia menggagas penganugerahan Prof. Dr. Moestopo, asal Ngadiluwih, sebagai Pahlawan Nasional, saat Erjik masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Kediri.

Untuk mensukseskan gagasan penganugerahan KH Mahrus Aly sebagai Pahlawan nasional, Erjik berencana membentuk panitia pengusul dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan dukungan, utamanya dari pihak keluarga, ulama Jawa Timur, termasuk dukungan dari Gubernur Jawa Timur.

Sementara itu, Budayawan Kediri Imam Mubarok juga mendorong penganugerahan gelar pahlawan untuk Kiai Mahrus. Dia memberikan kesaksian bagaimana peran dari Kiai Mahrus semasa kemerdekaan. Peran Kiai Mahrus dalam kemerdekaan Republik Indonesia diantaranya adalah pelucutan senjata di Kompi Tai DAI Nippon di Kediri tepatnya di sekitar Jalan Brawijaya Kota Kediri.

“Dalam pelucutan senjata itu KH Mahrus Aly mengomandoi 440 Santri Lirboyo bersama dengan Mayor Mahfud dan Raden Abdul Rachim Pratalykrama,” jelas Gus Barok. (mam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.