SYIAR 2026 Resmi Dibuka, Dorong Ekonomi Syariah Mataraman Makin Bergeliat

KEDIRI – Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 resmi dibuka. Menggandeng Pemerintah Kota Kediri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri menggelar ajang tersebut sebagai langkah memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman.

SYIAR 2026 berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026, di kompleks Balai Kota Kediri. Pembukaan dilakukan Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran produk halal. Namun juga diarahkan untuk membuka akses pasar, pembiayaan, kemitraan, serta memperluas literasi ekonomi syariah masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Mataraman.

Potensi tersebut didukung keberadaan pelaku UMKM, pesantren, lembaga keuangan syariah, komunitas, hingga berbagai sektor industri halal.

“SYIAR 2026 bukan sekadar event, tetapi menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, pemerintah, komunitas, dan masyarakat agar ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan apresiasi kepada BI Kediri yang terus mendampingi dan mengawal perkembangan perekonomian di Kota Kediri. Salah satunya melalui penguatan ekonomi dan keuangan syariah.

SYIAR 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa yang akan digelar di Surabaya pada 25–27 September 2026.

Dalam pelaksanaannya, SYIAR 2026 mengedepankan tiga pilar utama. Yakni penguatan ekosistem rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan syariah, serta perluasan literasi dan inklusi ekonomi syariah.

Berbagai program konkret juga disiapkan. Mulai sertifikasi juru sembelih halal, percepatan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS), pembukaan akses permodalan syariah bagi UMKM, hingga penggalangan wakaf tunai.

Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi perhatian. Digitalisasi didorong untuk memperluas pasar, transaksi, akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

Selama tiga hari, SYIAR 2026 menghadirkan lebih dari 50 produk unggulan UMKM dari 13 kabupaten/kota se-Mataraman. Pengunjung juga dapat menikmati lebih dari 40 sajian kuliner dan kopi tersertifikasi halal, termasuk produk olahan pondok pesantren.

Tidak hanya pameran, rangkaian acara juga diisi lomba dakwah, cerdas cermat tingkat SMA, kompetisi memasak, demo masak, talkshow, hingga siraman rohani bersama Habib Ja’far Al Hadar.

Sejumlah layanan publik turut dihadirkan, seperti Halal Center, pelayanan Imigrasi, serta Operasi Pasar Murah dari Pemkot Kediri.

Melalui SYIAR 2026, BI Kediri bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menargetkan ekosistem ekonomi syariah di Mataraman semakin kuat, terkoneksi, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(Bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *