QRISNIVAL 2026 Dorong Transaksi Digital Makin Masif, Tembus Rp4,1 Triliun

KEDIRI – Digitalisasi sistem pembayaran di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Semester I 2026, volume transaksi QRIS tercatat mencapai 118,67 juta transaksi dengan nilai nominal sebesar Rp4,101 triliun.

Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam gelaran Pekan QRIS Nasional (PQN) melalui QRIS Carnival (QRISNIVAL) 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak” itu berlangsung pada 9–16 Agustus 2026.

Puncak QRISNIVAL dipusatkan di Mall Kediri Town Square (Ketos), 14–16 Agustus. Beragam kegiatan digelar untuk memperluas ekosistem pembayaran digital sekaligus mengenalkan inovasi QRIS kepada masyarakat.

Mulai edukasi dan talkshow digitalisasi sistem pembayaran, pelindungan konsumen, pameran UMKM, pendaftaran merchant QRIS, uji coba QRIS Tap, hingga kegiatan SYIAR QRIS Run. Termasuk undian QRIS Tap Lucky Draw dan berbagai kompetisi.

Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, pelaksanaan PQN yang berdekatan dengan momentum HUT Kemerdekaan RI memiliki makna strategis. Digitalisasi sistem pembayaran dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

“Pelaksanaan PQN selalu dipaketkan dengan HUT RI karena QRIS merupakan upaya Bank Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi melalui kedaulatan sistem pembayaran,” kata Yayat.

Menurutnya, transformasi sistem pembayaran domestik telah berkembang sejak diluncurkannya Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada 2017. Kemudian dilanjutkan dengan kehadiran QRIS pada 2019 sebagai standar nasional QR code.

Perkembangan tersebut kini semakin luas dengan hadirnya layanan QRIS Cross-Border. Fasilitas tersebut telah dapat digunakan di enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Momentum QRISNIVAL 2026 juga ditandai dengan peresmian Mall Siap QRIS Tap pertama di Kediri Town Square. Peresmian dilakukan Yayat bersama pimpinan OJK, perbankan, akademisi, BPKAD Kota Kediri, serta sejumlah dinas terkait.

QRIS Tap memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC). Teknologi tersebut memungkinkan transaksi dilakukan secara lebih praktis, terutama di pusat perbelanjaan dengan frekuensi transaksi yang tinggi.

Data BI Kediri mencatat, hingga Semester I 2026 terdapat 1.027.383 merchant QRIS di wilayah kerjanya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembayaran digital.

Tak hanya menyasar Kota Kediri, rangkaian edukasi digitalisasi sistem pembayaran dan pelindungan konsumen juga dilakukan di Kabupaten Trenggalek, Kota Madiun, dan Kabupaten Ponorogo.

Sasarannya cukup luas, mulai pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum. Edukasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan transaksi digital dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keamanan bertransaksi.

BI Kediri juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan layanan pembayaran digital. Salah satunya dengan menerapkan prinsip PeKA, yakni Peduli terhadap produk pembayaran dan data pribadi, Kenali berbagai modus penipuan, serta Adukan jika menemukan transaksi mencurigakan kepada pihak berwenang.

Dengan semakin luasnya ekosistem QRIS, BI Kediri berharap digitalisasi pembayaran tidak hanya mendorong transaksi yang lebih cepat dan praktis, tetapi juga mampu memperkuat aktivitas ekonomi UMKM serta memperluas inklusi keuangan di wilayah Mataraman.(Bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *