DPRD Kota Bantu Keluarga Crew KRI Nanggala 402

KEDIRI – Tenggelamnya kapal KRI Nanggala 402 di perairan utara Pulau Bali, beberapa waktu lalu, meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi Endi, 23, warga Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Sebab, suaminya, Denny Richi Sambudi, yang bekerja sebagai kelasi di kapal KRI Nanggala 402 itu, ikut gugur bersama 52 orang lainnya. Apalagi, Endi sedang hamil 9 bulan.

SERAHKAN BANTUAN : Agus Sunoto, Ketua DPRD Kota Kediri, saat menyerahkan bantuan ke keluargaa Denny, crew KRI Nanggala 402 di Semampir, Kota Kediri

Untuk menguatkan mental keluarganya, Ketua DPRD Kota Kediri, H. Agus Sunoto Imam, berkunjung ke rumah Endi (23) untuk menyampaikan bela sungkawa, empati, dan memberikan bantuan kepada keluarga crew KRI Nanggala 402 itu. “Sebagai pimpinan DPRD Kota Kediri, saya mendoakan agar arwah beliau diterima di sisi-Nya, diberikan tempat terbaik,  diampuni dosa-dosanya, diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan buat keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Agus Sonoto menuturkan, kujungan yang dilakukan ke rumah crew KRI Nanggala 402 itu sebagai bentuk perhatian wakil rakyat Kota Kediri. “Ada uang yang nilainya tidak seberapa. Saya kira itu bisa dimanfaatkan oleh istrinya yang saat ini menunggu waktu persalinan anak pertamanya,“ ucapnya.

 Sekadar diketahui, Denny yang menjadi kelasi di KRI Nanggala 402, baru sekitar satu tahun menikah dengan Endi, saat Lebaran 2020 lalu. Bayi yang akan dilahirkan dari kandungan Endi, merupakan amanah yang tak sempat dilihat oleh ayahnya sendiri.

Terpisah, Sutaji (60), mertua Denny Richi Sambudi menjelaskan, menantunya baru sekitar 2 minggu tinggal di rumahnya di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Sebelumnya, mereka tinggal di rumah orangtuanya di Jombang.  Sebelum berlayar, Denny endapatkan cuti sekitar satu minggu. Ternyata Tuhan terlebih dahulu memulangkan Denny. “Karena mau melahirkan, anak saya (Endi,red) balik ke Kediri sampai nanti waktunya,” ungkap Sutaji. (bad)

City DPRD Helps Crew Family KRI Nanggala 402

KEDIRI – The sinking of the KRI Nanggala 402 ship in the waters north of Bali Island, some time ago, left a deep sadness for Endi, 23, a resident of Semampir Village, Kediri City. This is because her husband, Denny Richi Sambudi, who worked as a sailor on the KRI Nanggala 402 ship, died along with 52 other people. Moreover, Endi is 9 months pregnant.
To strengthen his family’s mentality, the Head of the Kediri City DPRD, H. Agus Sunoto Imam, visited Endi’s house (23) to convey his condolences, empathy, and to provide assistance to the family of the KRI Nanggala 402 crew. “As the leader of the Kediri City DPRD, I pray that his spirit will be accepted by His side, given the best place, forgiven his sins, given strength, safety, and fortitude for the families left behind,” he said.
H. Agus Sonoto said the visit to the house of the KRI Nanggala 402 crew was a form of concern for the representatives of the people of Kediri City. “There is money which is of little value. I think it can be used by his wife, who is currently waiting for the delivery of her first child, “he said.
Just to note, Denny, who was a sailor at KRI Nanggala 402, had only been married to Endi for about a year, during Lebaran 2020. The baby who will be born from Endi’s womb is a mandate that her father never saw.
Separately, Sutaji (60), Denny Richi Sambudi’s father-in-law explained, his son-in-law has only lived for about 2 weeks at his house in Semampir Village, Kediri City. Previously, they lived in their parents’ house in Jombang. Before sailing, Denny got about a week’s leave. It turned out that God sent Denny home first. “Because I wanted to give birth, my child (Endi, red) returned to Kediri until the time was due,” said Sutaji. (bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.