Betet Masuk Desa Tangguh Bencana Jatim

Kebakaran dan Putting Beliung, Bencana Paling Potensi Terjadi

KEDIRI – Kota Kediri lagi-lagi merebut perhatian Provinsi  Jawa Timur. Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, berhasil  berhasil lolos dalam lomba Desa Tangguh Bencana (Destana) kategori utama dan  bersaing dengan tiga kabupaten /  kota lainnya. Kamis (17/9/20) tim penilai lomba Destana Jawa Timur melakukan melakukan penilaian ke lokasi dengan melihat langsung kemampuan Kelurahan Betet dalam menangani bencana. Pada penilaian itu, diikuti Karang Taruna, PKK, WPA dan sebagainya.

POTENSIAL TERJADI : Simulasi pemadaman kebakaran pada penilaian lomba Destana Jawa Timur di Bete

Tim penilai lomba ini terdiri dari beberapa unsur di Jawa Timur, yaitu BPBD, Dinas Kesehatan, Sekretariat Relawan Peduli Bencana (SRPB) dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.  Penilaian Lomba dilakukan dua tahap, tahap dokumentasi atau administrasi dan tahap seleksi kunjungan lapangan. Di tahap awal, Kelurahan Betet dinilai memiliki administrasi dan dokumen yang lengkap. Mulai dokumen rencana kontijensi, rencana aksi, rencana evakuasi, rencana penanggulangan bencana, dan sebagainya.

DITEMUI WALIKOTA : Tim penilai lomba Destana Jawa Timur saat ditemui Walikota Abdullah Abu Bakar

Pada penilaian langsung itu, tim memperagakan simulasi penanganan bencana kebakaran. Karena kebakaran merupakan salah satu potensi bencana yang sangat mungkin terjadi di Kota Kediri. Selain kebakaran, potensi bencana lain adalah putting beliung.

Adi Sutrisno, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kediri, menjelaskan masuknya Kota Kediri sebagai nominator juara lomba Destana Jawa Timur ini merupakan prestasi yang luar biasa. Kini, Kota Kediri masih bersaing dengan Nganjuk, Pasuruan, dan Magetan. “Alhamdulillah Kota Kediri berhasil lolos 4 besar lomba DESTANA kategori utama. Ini merupakan kategori tertinggi dibandingkan pada lomba ini. Di bawahnya masih ada kategori pratama dan madya,” katanya.

Kepala Kelurahan Betet, Surono menjelaskan Kelurahan Betet telah siap siaga dalam penanganan bencana ini. Pihak kelurahan, bersama warga dan BPBD, telah melakukan persiapan yang matang dalam penanggulangan bencana. “Terutama bencana yang berpotensi besar terjadi di Kota Kediri, seperti kebakaran, “jelasnya.

Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengapresiasi Kelurahan Betet yang berhasil masuk nominasi di tingkat Jawa Timur itu. Dia berharap prestasi ini bisa membawa nama baik Kota Kediri secara lebih luas. (bad)

Betet Entered East Java Disaster Resilient Village

Fire and Putting Pickaxe, Most Potential Disasters to Occur

KEDIRI – Kediri City has once again won the attention of East Java Province. Betet Village, Pesantren District, managed to qualify in the main category of Disaster Resilient Village (Destana) competition and compete with three other districts / cities. Thursday (17/9/20), the assessment team for the Destana East Java competition conducted an assessment to the location by seeing firsthand the ability of Betet Village to handle disasters. In that assessment, followed by the Youth Organization, PKK, WPA and so on.
The assessment team for this competition consists of several elements in East Java, namely the BPBD, the Health Service, the Secretariat for Disaster Care Volunteers (SRPB) and the Social Service for East Java Province. The assessment of the competition is carried out in two stages, the documentation or administration stage and the field visit selection stage. In the early stages, Betet Village was considered to have complete administration and documents. Starting from contingency plan documents, action plans, evacuation plans, disaster management plans, and so on.
During the direct assessment, the team demonstrated a fire disaster management simulation. Because fire is one of the potential disasters that is very likely to occur in Kediri City. Apart from fires, another potential disaster is a tornado.
Adi Sutrisno, Head of Prevention and Preparedness Section of the BPBD of Kediri City, explained that the entry of Kediri City as the nominee for the winner of the East Java Destana competition was an extraordinary achievement. Now, Kediri City is still competing with Nganjuk, Pasuruan and Magetan. “Alhamdulillah, Kediri City has successfully passed the top 4 of the main category DESTANA competition. This is the highest category compared to this race. Under that there are still the primary and intermediate categories, “he said.
Head of Betet Urban Village, Surono explained that Betet Village was ready to handle this disaster. The kelurahan, together with residents and BPBD, have made thorough preparations for disaster management. “Especially disasters that have great potential to occur in Kediri, such as fires,” he explained.
Meanwhile, Mayor of Kediri Abdullah Abu Bakar appreciated Betet Village for being nominated at the East Java level. He hopes that this achievement can bring the good name of Kediri City to a wider audience. (bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.