Baiat Kyai Lirboyo, Tanpa Dewi M.U

KEDIRI – Sejumlah pasangan bakal calon kepala daerah yang diusung PKB, khususnya yang menghadapi Pilkada di sejumlah daerah di Jawa Timur, Minggu (30/8/20) dibaiat  masyayich (para kyai) Ponpes Lirboyo. Ada tiga pasangan calon yang dibaiat, yaitu Kabupaten Blitar, Lamongan, dan Ponorogo. Sedangkan Dewi Maria Ulfa, yang diusung PKB untuk menjadi bakal calon Wakil Bupati Kediri mendampingi Hanindhito Himawan Pramana alias Dhito, tidak termasuk yang dibaiat, meskipun tempat baiatnya di Lirboyo, Kediri.

NOTA KESEPAKATAN : Para calon kepala daerah yang diusung PKB menandatangani nota kesepakatan di hadapan para kyai Lirboyo

Hadir pada acara itu antara lain ketua DPW PKB Jawa Timur, Halim Iskandar, sejumlah pengasuh Ponpes Lirboyo seperti KH . Anwar Masyur, yang juga rois syuriah PWNU Jawa Timur, KH Kafabihi Makhrus, KH. An’im Falahuddin Makhrus, juga KH. Anwar Iskandar, dan sebagainya.

Ketua DPW PKB Jawa Timur, Halim Iskandar, saat ditemui usai baiat, ditanya tidak adanya Dewi yang termasuk dibaiat di Lirboyo, Halim menjelaskan kemungkinan Dewi akan masuk jadwal baiat  berikutnya. “Mungkin Rabu. Masih menunggu konfirmasi dari para kyai,”ujar Halim, sambil bergegas masuk mobil.

Sedangkan KH. Anwar Iskandar , saat ditanya soal ketidakhadiran KH Mustamar, ketua tanfidziyah PWNU Jawa Timur pada baiat itu, menjelaskan bahwa baiat di Ponpes Lirboyo itu bukan atas nama NU, tapi atasnama pribadi. “Atas nama pribadi, tidak ada kaitannya dengan NU,”jelasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI dari PKB, KH. An’im Falahuddin, menjelaskan dengan baiat para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PKB ini, diharapkan calon yang diusung PKB akan mendapatkan dukungan luas dengan target menang. “Targetnya menang,”jawabnya singkat. (mam)

Doktrination Lirboyo Leaders,  Without Dewi M.U

KEDIRI – A number of candidate pairs for regional heads who were promoted by PKB, especially those facing the Pilkada in a number of regions in East Java, Sunday (30/8/20) were recruited by the Lirboyo Islamic boarding school (kyai) masyayich. There were three pairs of candidates who took the pledge, namely Blitar, Lamongan and Ponorogo regencies. Meanwhile, Dewi Maria Ulfa, who was promoted by PKB to become a candidate for Deputy Regent of Kediri accompanying Hanindhito Himawan Pramana alias Dhito, was not one of those who took the pledge, even though her pledge was in Lirboyo, Kediri.
Present at the event included the chairman of the East Java PKB DPW, Halim Iskandar, a number of Lirboyo Ponpes caregivers such as KH. Anwar Masyur, who is also the East Java PWNU rois, KH Kafabihi Makhrus, KH. An’im Falahuddin Makhrus, also KH. Anwar Iskandar, and so on.
The chairman of the East Java PKB DPW, Halim Iskandar, when met after the pledge, was asked whether Dewi was not included in Lirboyo, Halim explained that Dewi was likely to enter the next pledge. “Maybe Wednesday. Still waiting for confirmation from the kyai, “said Halim, hurrying into the car.
Meanwhile, KH. Anwar Iskandar, when asked about the absence of KH Mustamar, the chairman of the East Java PWNU tanfidziyah for the pledge, explained that the allegiance at the Lirboyo Islamic Boarding School was not in the name of NU, but in the name of a person. “On personal behalf, it has nothing to do with NU,” he explained.
Meanwhile, a member of the DPR RI from PKB, KH. An’im Falahuddin, explained that with the allegiance of the candidates for regional head and deputy regional head promoted by PKB, it is hoped that the candidates promoted by PKB will get broad support with the target of winning. “The target is winning,” he replied simply. (mam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.