Walikota Baru, SPMB Kota Kediri tetap Tertutup

Menelisik SPMB Kota Kediri 2025 (1)

Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) sering memunculkan keriuhan tersendiri di tengah masyarakat. Rumor ‘jual beli’ bangku, masuk gratis, transparan, tapi rumor masuk harus bayar, masih terus muncul di sebagian kalangan masyarakat. Bagaimana SMPB di Kota Kediri?

Oleh : Imam Subawi

Wartawan Kediri Post

Peluang kemungkinan adanya pat gulipat atau permainan pada system Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Kota Kediri 2025, peluangnya ditengarai masih cukup lebar dan terbuka. Setidaknya, jika dilihat dari SPMB yang sedang berjalan.

\

Berdasarkan pengumuman di Web resmi Dinas Pendidikan Kota Kediri, SPMB 2025 ada 4 jalur utama, yaitu jalur afirmasi/disabilitas, jalur mutasi, jalur prestasi, dan jalur domisili. Jalur prestasi dibagi menjadi 2 yaitu prestasi dinas Pendidikan dan karakteristik. Begitu juga dengan jalur domisili, dibagi 2 yaitu domisili khusus dan domisili umum. Domisili khusus ini, merupakan istilah baru dibanding tahun sebelumnya. Untuk memberikan kesempatan siswa yang jaraknya lebih dekat dengan lokasi sekolah. SPMB itu sendiri, dilakukan secara online, sehingga mengesankan ‘terbuka’

Meskipun SPMB Kota Kediri dilakukan secara online, yang bisa membuat Kesan terbuka, transparan, namun secara praktis, jika anda melihat web resmi dinas Pendidikan Kota Kediri, spmb.kedirikota.go.id , rasanya terlalu sulit untuk bisa menyebut  pengumuman hasil seleksi siswa masuk sekolah, khususnya SMPN di Kota Kediri, mulai SMPN 1 sampai SMPN 9, bisa disebut terbuka dan transparan. Justru, Kesan kuat sangat tertutup.

Pertama, tidak pernah ada pengumuman lengkap, tentang siswa yang diterima di SPMB di masing-masing jalur secara lengkap. Misalnya, siswa A diterima di SMPN A, lengkap dengan nilainya, alamat siswa, prestasi, dan sebagainya, yang bisa diakses oleh semua masyarakat. Masyarakat bisa mengakses jika sebelumnya NIK digunakan atau atas nama siswa pendaftar. Selain itu, masyarakat lain tidak bisa mengakses lengkap. Sehingga, jauh dari transparansi sebagaimana yang ada di benak masyarakat, lebih cenderung sangat tertutup.

Meskipun Walikota Kediri baru, Vinanda Prameswati sempat menyebut Pendidikan merupakan salah satu prioritas programnya, masih perlu dilihat dalam praktek, apa yang dimaksud dengan program prioritas itu. Prioritas untuk peningkatan mutu? Prioritas untuk SMPB tertutup, atau prioritas lainnya? (mam/bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.