KEDIRI – Media sosial (Medsos) kini seakan sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, khususnya anak muda. Namun, sebagian masyarakat sering dinilai kurang tepat menggunakan medsos, sehingga terkadang berdampak negatif, misalnya menyebarkan sesuatu yang kurang baik. Mestinya, medsos digunakan untuk hal-hal kreatif dan pengembangan diri anak muda, khususnya mahasiswa.

BIJAK MENGGUNAKAN MEDSOS : Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menyampaikan materi tentang Medsos ke mahasiswa UB
“Media sosial sangat penting untuk mahasiswa. Mereka bisa membuat konten yang kreatif dan bagus. Ini akan efektif,” ujar Abdullah Abu Bakar, Walikota Kediri, saat memberikan materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Senin (21/9), yang dilakukan secara daring.
Mas Abu mengungkap data, pengguna Medsos aktif di Indonesia sangat besar. Pada tahun 2019 mencapai 150 juta dan pada 2020 meningkat mencapai 175,4 juta pengguna. Mengingat, sekarang segala sesuatunya serba menggunakan internet dan online. “Apalagi di masa pandemi ini, semua guru, dosen, mahasiswa, harus belajar online semua,”tandasnya.
Menurut Mas Abu, generasi muda harus bijak dalam aktivitas di medsos. Karena apapun yang diposting dapat membawa dampak dan sering mereka tidak mengerti hal tersebut. “Banyak saya lihat, dalam mengakses informasi dan menyebarkannya sangat cepat. Belum dicek apakah informasi itu benar atau salah. Kita harus bijak. Tidak menyebarkan informasi yang tidak baik di masyarakat, yang membuat kondisinya menjadi tidak enak,” pesannya.
Mas Abu menembahkan, ada beberapa tips menggunakan Medsos. Pertama, bijak dalam mengakses dan menyebarkan informasi. Kedua, gunakan untuk pengembangan diri. Ketiga, jaga etika. Keempat, mengerti sisi hukum. Kelima, jauhi toxic account . Keenam, sebagai sarana personal branding. “Saat ini kita baru terasa bahwa dunia online harus kita kuasai. Kita bisa menggunakan dan mengakses itu dengan baik untuk mengembangkan diri kita,” jelasnya.
Mas Abu mengaku bahwa dirinya menggunakan media sosial sebagai media untuk menyampaikan informasi sekaligus interaksi dengan masyarakat, mulai mengajak masyarakat mematuhi protokol Kesehatan hingga mempromosikan UMKM Kota Kediri. “Alhamdulillah penjualan mereka bisa naik sepuluh kali lipat,” pungkasnya.(adv/bd)
Tips to Use Social Media Wisely for Students
KEDIRI – Social media (Medsos) now seems to have become a necessity for the community, especially young people. However, some people are often judged to be inappropriate in using social media, so that sometimes it has a negative impact, for example spreading something that is not good. Supposedly, social media is used for creative things and self-development of young people, especially students.
“Social media is very important for students. They can create good, creative content. This will be effective, “said Abdullah Abu Bakar, Mayor of Kediri, while delivering materials on Introduction to Campus Life for New Students (PKKMB) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, Monday (21/9), which was conducted online.
Mas Abu revealed the data, active social media users in Indonesia are very large. In 2019 it will reach 150 million and in 2020 it will increase to 175.4 million users. Remember, now everything is using the internet and online. “Especially during this pandemic, all teachers, lecturers, students, all have to learn online,” he said.
According to Mas Abu, the younger generation must be wise in social media activities. Because whatever is posted can have an impact and often they don’t understand it. “I see many, in accessing information and disseminating it very quickly. Not checked whether the information is true or false. We have to be wise. Not spreading bad information in the community, which makes the conditions uncomfortable, “he ordered.
Mas Abu presents, there are some tips for using Medsos. First, be wise in accessing and disseminating information. Second, use it for self-development. Third, be ethical. Fourth, understand the legal side. Fifth, stay away from toxic accounts. Sixth, as a means of personal branding. “Currently, we just feel that the online world must be mastered. We can use and access it properly to develop ourselves, ”he explained.
Mas Abu admitted that he used social media as a medium to convey information as well as interact with the community, from inviting people to comply with health protocols to promoting UMKM in Kediri. “Alhamdulillah, their sales could increase tenfold,” he concluded. (Bad)

Tinggalkan Balasan