KEDIRI – Realitas proyek pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Kabupaten Kediri di area persawahan Dusun Kunir, Desa Bulu Pasar, Kecamatan Pagu yang kini mangkrak, baru berupa pondasi, dengan pemenang proyek PT Anak Abang Qanita Pratama, dari Aceh, memuculkan spekulasi kemungkinan adanya ‘pinjam bendera’ untuk menggarap proyek.

BELUM TERPASANG : Sebagian tumpukan balok di area proyek GOR Kabupaten Kediri yang belum terpasang
Sebagian pihak yang memberikan tanggapan terkait berita mangkraknya proyek GOR itu, memberikan masukan adanya indikasi kemungkinan PT pemenang tender, ‘hanya dipinjam benderanya’. “Coba ditelusuri, kemungkinan itu bisa pinjam bendera,”ujar salah seorang pembaca. “Ketoke pinjam bendera itu,”ujar yang lain.
Sementara itu, Nur Huda, salah satu pimpinan CV Fahri Mandiri, yang diisukan mengerjakan proyek GOR di lapangan, saat ditemui di kantornya membenarkan bahwa dia yang mengerjakan proyek GOR di lapangan. “Sebagai kontraktor sini (Kediri,red), sudah selesai, sudah serah terima, masa pemeliharaan juga sudah untuk tahap I itu. Hanya pekerjaan pondasi saja,”jelasnya.
Saat ditanya tentang isu pinjam bendera PT untuk memenangkan tender, Nur Huda mengaku tidak ada pinjam bendera. Dia statusnya hanya membantu. Sebab harus ada orang Kediri untuk komunikasi yang di Kediri. “Mereka (PT. Adik Abang Qanita Pratama,red) yang menang, kita disuruh membantu untuk mengkoordinasi pekerjaan tersebut,”tandas Nur Huda, saat ditanya apakah dia termasuk karyawan PT pemenang tender.
Nur Huda menjelaskan, bahasa bahwa PT. Adik Abang Qanita Pratama hanya dipinjam benderanya, tidak ada. Sedangkan orang PT pemenang tender dari Aceh yang datang ke Kediri namanya Edi. Hanya saja, dia lupa nama lengkapnya siapa. “Tidak ada itu (istilah pinjam bendera,red),”jelasnya.
Sebelumnya, beberapa staf CV. Fahri Mandiri sempat membenarkan bahwa pihaknya ikut mengurusi proyek GOR itu. Begitu ditanya diatanya soal proyek GOR, mereka mengetahui dan membenarkan. “Memang hanya pondasi saja. Itu sudah selesai,”ujar salah staf CV. Fahri Mandiri.
Seperti diberitakan, proyek GOR Kabupaten Kediri tahun 2020 kini mangkrak. Kondisi di lapangan, proyek itu baru berupa urugan tanah, pondasi keliling, dan pondasi bangunan di dalamnya. Juga ditemukan sejumlah balok putih yang belum terpasang. Nilai proyek untuk pondasi itu Rp 10, 6 miliar lebih, dari pagu Rp 11,8 miliar lebih. Belum jelas, kapan proyek itu akan dilanjutkan. (mam)

Tinggalkan Balasan