UNISMA Sudah Diperiksa, Bukan Pengumuman Resmi ?
KEDIRI – Pengumuman hasil ujian perangkat desa masal di Kabupaten Kediri, yang banyak ditempel di balaidesa masing-masing , ada kemungkinan peluang terjadinya kemungkinan ‘dipalsukan’, atau setidak-tidaknya, pengumuman itu bukan pengumuman resmi hasil ujian perangkat desa dari Universitas Islam Malang (Unisma).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unisma, Prof. Dr. Mahayu Woro Lestari M.P, saat dihubungi Kediri Post mengaku pihaknya sudah dimintai keterangan oleh Polda Jatim. Dia memberikan keterangan apa adanya. “Sudah selesai (dimintai keterangan,red), dan dijawab apa adanya sesuai yang kita lakukan,”ujar Mahayu Woro.
Saat Kediri Post menunjukkan beberapa bukti foto pengumuman hasil ujian perangkat desa, yang diambil dari beberapa balai desa, Mahayu Woro memastikan bahwa pengumuman yang ditempel itu bukan dikeluarkan oleh Unisma. “Lha itu yang mengumumkan kan bukan Unisma,”kata Mahayu Woro.
Saat Kediri Post berusaha memastikan kembali jawaban Mahayu Woro, apakah itu berarti bukan pengumuman resmi dari Unisma? “Logikanya ya bukan,”tandasnya.
Pada perbandingan pengumuman ujian di Desa Tarokan dan Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, pengumuman nilai hasil ujian, terkesan asal-asalan. Tidak ada kop Unisma, bahkan kop surat desa desa pun tidak ada. Hanya ada tandatangan panitia desa. Sedangkan di Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang, pada pengumuman nilai hasil ujian itu, ada kop desa dan ditandatangani panitia desa.
Saat Kediri Post menunjukkan pengumuman salah satu desa, yang mengumumkan dengan 2 kertas yang berbeda. Pertama,pada surat pengantar pengumuman nilai ada kop LPPM Unisma dan ada tandatangan Unisma, Mahayu Woro langsung membenarkan bahwa itu pengumuman resmi dari Unisma. “Itu ada tandatangan saya sebagai ketua LPPM. Itu betul,”kata Woro.
Namun, saat ditanya pada lembar pengumuman hasil nilai ujian, serupa lampiran nilai hasil ujian perangkat desa, yaitu di Desa Datengan, Kecamatan Grogol, Mahayu Woro belum bisa memberikan jawaban.
Pada lembar kedua berisi pengumuman hasil nilai ujian itu, tidak ada kop Unisma dan tidak ada tandatangan para pejabat LPPM Unisma. “Untuk teknis lebih lanjut, saya tidak tahu. Karena saya tidak mengikuti dari awal sampai selesai, karena pas kurang sehat,”jelas Woro.
Secara detail teknis, Mahayu Woro mempersilakan Kediri Post untuk konfirmasi ke tim teknis, Muhsin. Namun, saat dihubungi melalui telepon selulernya, hingga berita ini diunggah, Muhsin belum memberikan jawaban. (mam)

Tinggalkan Balasan