Isu DED 2019 dengan CSR Bank, Masih Misteri?
KEDIRI- Pemeriksaan kasus dugaan kemungkinan munculnya indikasi korupsi, terkait mangkraknya proyek alun-alun Kota Kediri, ditengarai meluas. Bukan hanya persoalan pra desain, DED tahun 2022, maupun pekerjaan fisik 2023, yang kini mangkrak. Tetapi, meluas terkait pra desain dan DED 2019, saat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri dijabat oleh Didik Catur, yang kini menjabat Kepala Dinas Perhubungan. Bahkan, muncul berkembang isu bahwa mantan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, ikut dimintai keterangan oleh Polda Jatim.
Isu yang berkembang santer di sebagian kalangan masyarakat, pada DED 2019, arahnya akan ‘menggunakan’ dana CSR salah satu bank, dan sudah cair. Hanya saja, berdasarkan data LPSE Kota Kediri 2019, DED alun-alun 2019 dibatalkan. Artinya, DED tidak dilaksanakan atau tidak dilanjutkan, ke proyek fisik, karena muncul covid-19. Namun, sebagian kalangan menyebut bahwa DED 2019 sebenarnya sudah ada.

DED TAHUN 2019
Jika isu yang berkembang tentang dana CSR salah satu ini benar, sebagian kalangan berasumsi kemungkinan adanya arah dobel anggaran, yaitu dana APBD dan dana CSR, atau ada hal yang lain? Sedangkan pra desain dan DED 2022, yang dilanjutkan menjadi proyek fisik alun-alun, dilaksanakan saat Kepala DLHKP dijabat oleh Anang Kurniawan, yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan.

DED TAHUN 2022
Jika dibandingkan nilai DED yang disediakan, antara DED 2019 dengan DED 2022, nilai melonjak sangat jauh, hingga 3 kali lipat. Pada DED 2019, nilai DED yang disediakan adalah Rp 375 juta. Sedangkan nilai DED alun-alun 2022 mencapai Rp 1,25 miliar. Kini, kasus mangkraknya proyek alun-alun itu masih dalam sengketa di arbitrase.
Mantan Kepala DLHKP, Didik Catur, saat dikonfirmasi melalui saluran selulernya, tidak mau memberikan komentar. “Saya tidak komentar,”katanya. Saat ditanya lanjut terkait pemeriksaan dirinya oleh Polda Jatim dan terkait isu arah penggunaan CSR salah satu bank, hingga berita ini ditulis, Didik Catur tidak memberikan respon. Begitu juga dengan mantan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat dihubungi Kediri Post melalui saluran selulernya, hingga berita ini ditulis, dia belum memberikan respon. (mam)

Tinggalkan Balasan