Film ‘Pekik Sunyi Kemerdekaan’ Masuk Final Nasional

Dimainkan Disabilitas, Menyentuh Hati, Walikota Beri Apresiasi

KEDIRI – Film ‘Pekik Sunyi Kemerdekaan’ karya para creator film di Kota Kediri, yang mewakili Kota Kediri ke lomba film dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-75 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini merupakan prestasi pertama di bidang produksi film yang mewakili Kota Kediri. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, menyaksikan melalui daring pengumuman pemenang Lomba itu di ruang Joyoboyo, Pemkot Kediri, didampingi Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar, pembuat film Pekik Sunyi Kemerdekaan, Danu Sukendro, dan perwakilan dari Gerkatin.

KARYA ANAK MUDA KEDIRI : Walikota Abdullah Abu Bakar saat menonton pengumuman film Pekik Sunyi Kemerdekaan masuk final

Mengomentari terkait film itu, Walikota Abdullah Abu Bakar menilai film ‘Pekik Sunyi Kemerdekaan’ ini sangat menarik karena memiliki sudut pandang yang berbeda dibanding film lainnya. “Saya sempat kaget sekali terhadap film ini karena mengambil peran dari teman-teman Gerkatin, mereka benar-benar ingin bernyanyi,  dengan gerakan yang menunjukkan mereka cinta pada negaranya. Ini sangat luar biasa. Meskipun belum menjadi pemenang. Tapi film ini menyentuh di hati,” ujar Abu Bakar.

Mas Abu berharap film ini menjadi semangat bagi sineas-sineas Kota Kediri untuk bisa membuat karya-karya yang keren. “Saya senang ada film yg sangat bagus dari Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri bisa mewadahinya,” harapnya.

Sementara itu, Sutradara film Pekik Sunyi Kemerdekaan, Danu Sukendro, mengungkapkan ada pesan pada film ini, bahwa  cinta tanah air tidak dibatasi. Cinta tanah air itu tidak hanya milik masyarakat secara umum yang sempurna secara fisik. Tapi juga dimiliki oleh disabilitas yang notabene memiliki keterbatasan. Mereka bisa menyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan caranya sendiri. Bisa membaca proklamasi dengan caranya sendiri. “Paling tidak itu bisa menjadi cambuk bagi masyarakat yang lain, untuk mencintai bangsanya dengan lebih baik ,” ungkapnya.

Danu juga menyampaikan apresiasinya ke Pemerintah Kota Kediri yang memberikan wadah bagi anak-anak muda Kota Kediri untuk berkarya. Dengan mengadakan lomba film pendek harmoni, lomba foto dan lomba video secara rutin. “Itu sangat luar biasa. Saya kira melalui lomba-lomba itu, bisa mengumpulkan talenta muda Kota Kediri,” pungkasnya. (bad)

The film “Pekik Sunyi Kemerdekaan” Entered the National Final

KEDIRI – The film “Pekik Sunyi Kemerdekaan” by a film creator in Kediri, representing Kediri to a film competition in the framework of the 75th Anniversary of Indonesian Independence held by the Ministry of Tourism and Creative Economy. This is the first achievement in the field of film production representing the City of Kediri. Kediri Mayor Abdullah Abu Bakar, watched online the announcement of the winner of the competition in the Joyoboyo room, Kediri City Government, accompanied by the Head of Kediri City Disbudparpora Nur Muhyar, the film maker of Pekik Sunyi Kemerdekaan, Danu Sukendro, and representatives from Gerkatin.
Commenting on the film, Mayor Abdullah Abu Bakar said that the film “Pekik Sunyi Kemerdekaan” was very interesting because it had a different perspective compared to other films. “I was very surprised at this film because it took the role of Gerkatin friends, they really wanted to sing, with a movement that shows they love their country. This is very extraordinary. Even though it is not yet a winner. But this film touches the heart, “said Abu Bakr.
Mas Abu hopes this film will motivate Kediri’s filmmakers to be able to create cool works. “I am happy that there is a very good film from the City of Kediri and the City Government of Kediri can accommodate it,” he hoped.
Meanwhile, the director of the film Pekik Sunyi Kemerdekaan, Danu Sukendro, revealed that there is a message in this film, that the love of the country is not limited. The love of the motherland does not only belong to the physically perfect society in general. But it is also owned by a disability who incidentally has limitations. They can sing the song Indonesia Raya in their own way. Can read the proclamation in his own way. “At least it can be a whip for other people to love their nation better,” he said.
Danu also expressed his appreciation to the Kediri City Government for providing a forum for the young people of Kediri City to work. By holding a short film harmony competition, photo competition and video competition on a regular basis. “That’s very extraordinary. I think through these competitions, we can gather the young talents of Kediri City,” he concluded. (bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.