Kediri-Sebagai sarana memberikan edukasi literasi keuangan sejak dini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi meluncurkan Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) 2025, Senin (19/5/2025).
Program tersebut juga menjadi terobosan edukatif untuk menanamkan pemahaman tentang inflasi dan perilaku belanja bijak, sekaligus mengajarkan praktik urban farming kepada pelajar.
Lewat kegiatan menanam dan merawat tanaman pangan di sekolah, SPI mendorong pelajar aktif terlibat menjaga ketahanan pangan lokal.
“SPI bukan hanya edukasi, tapi juga bentuk literasi ekonomi yang membentuk kepedulian anak-anak terhadap pentingnya produktivitas pangan,” ujar Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat.
SPI menjadi bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan mendukung semangat Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada April 2025. Kedua gerakan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
Sekda Tulungagung, Soeroto, menyampaikan dukungan penuh atas pelaksanaan SPI. “Kami berharap program ini menjangkau lebih banyak sekolah ke depan, sebagai bagian dari gerakan bersama membangun kemandirian pangan dan kesadaran ekonomi masyarakat.”
Dalam kesempatan yang sama, BI juga meluncurkan Aplikasi CERMAT (Cerdas Mengelola Inflasi dan Tanaman), yang memungkinkan sekolah mencatat dan memantau hasil panen secara real-time. Inovasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan akurasi data produksi pangan dari lingkungan sekolah.
Untuk diketahui SPI menyasar 25 SMP/MTs di Tulungagung dan akan berlangsung selama April–Agustus 2025. Siswa akan diberikan bibit komoditas strategis seperti cabai merah, cabai rawit, dan tomat, yang kerap menjadi penyumbang inflasi di daerah. (bad)

Tinggalkan Balasan