Fakultas Psikologi UM Gandeng PDKK Gelar Pelatihan Psychological Capital untuk Tingkatkan Penerimaan Diri Penyandang Disabilitas

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang,saat menggelar Pelatihan Psychological Capital kepada  PDKK)

Kediri- Tim Pengabdian Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang melakukan pengenalan Modal Psikologis kepada Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK), Selasa (11/7/23).

Retno Sulistiyaningsih salah satu anggota Tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menjelaskan banyak permasalahan yang dihadapi oleh penyandang Disabilitas. Diantaranya yakni permasalahan psikologis seperti adanya perasaan rendah diri, perasaan inferior serta belum bisa berdamai dengan kondisi diri.

” Hal ini menjadi penyebab belum tercapainya penerimaan diri pada penyandang disabilitas,” ujarnya.

Oleh karena itu ia bersama tim pengabdian masyarakat Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang yang beranggotakan Resi Shaumia Ratu Eka Permata, M.Si, dan Dr. Helga Graciani Hidayat, M.A. menggelar pelatihan Psychological Capital kepada 18 anggota Penyandang Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK).

” Program pelatihan ini bertujuan memberikan bimbingan kepada anggota PDKK untuk dapat membuat strategi-strategi untuk mencapai tujuan hidupnya apalagi bagi mereka yang rentan mengalami peristiwa psikologis,” ujarnya lebih lanjut.

Menurutnya setiap individu, tidak terkecuali para penyandang disabilitas, membutuhkan bimbingan untuk membuat program dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan hidup yang disusun ulang sesuai kondisi terbaru setelah mengalami peristiwa psikologis.

Seseorang dengan keterbatasan fisik juga memiliki tanggung jawab untuk menyesuaikan diri dan berperilaku menggunakan strategi baru untuk menghadapi beragam permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan sumber daya atau modal yang ia dimiliki, salah satunya dengan modal psikologis.

” Oleh karena itu mereka membutuhkan peningkatan modal psikologis sehingga mereka lebih memahami potensi diri yang dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan terhadap diri dan untuk menyusun rencana kehidupan kedepannya,” terangnya.

Individu yang memiliki keterbatasan fisik membutuhkan pengembangan kepercayaan diri dan keyakinan akan kemampuan diri (efficacy) untuk beradaptasi terhadap kesulitan hidup yang ada.

Mereka perlu untuk bertahan dan segera bangkit kembali apabila menemui kesulitan-kesulitan hidup (resilience), memiliki sikap optimis, dan mempunyai kehendak yang kuat dan mencari berbagai alternatif cara positif untuk menggapai hidup yang lebih baik (hope). Melalui berbagai modal psikologis yang positif tersebut, individu memiliki modal untuk menjalani kehidupan kedepannya.

Pantauan dilapangan, kegiatan yang berlangsung selam 3 jam tersebut disambut secara antusias oleh peserta. Peserta banyak bertanya bagaimana menyusun strategi dengan berbagai macam aktivitas yang dilakukannya selama ini. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai kapasitas psikologis yang dapat mereka manfaatkan untuk menghadapi situasi yang mereka hadapi dan dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk diketahui PDKK merupakan suatu wadah bagi kelompok penyandang disabilitas yang berada di Kabupaten Kediri. PDKK didirikan pada tahun 2013 sebagai wadah untuk saling berkomunikasi dan saling memberikan dukungan bagi sesama penyandang disabilitas agar saling memberikan semangat dan bantuan dalam menghadapi permasalahan.(bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.