Mabes Polri ‘Turun Gunung’ Kasus Penggelapan Uang Terkait Korupsi KONI

KEDIRI-Kasus laporan dugaan penggelapan uang ratusan juta oleh oknum anggota Polda Jatim, Lutfi, dan Imam, oknum PNS di lingkungan Pemkot Kediri, dikabarkan mendapatkan respon dari Mabes Polri. Tim Paminal (Pengamanan Internal) Mabes Polri, dikabarkan turun langsung ke Kediri untuk mendatangi saksi-saksi dan mencari bukti-bukti terkait dugaan penggelapan uang itu. “ Ya betul. Memang ada orang dari Mabes Polri yang mendatangi rumah saya, minta keterangan terkait masalah itu,”ujar Arif, pelapor dugaan penggelapan uang, saat dikonfirmasi Kediri Post.

Seperti diberitakan, Arif, salah satu tersangka dugaan kasus korupsi  KONI Kota Kediri, melaporkan Lutfi, oknum anggota Polda Jatim dan Imam, oknum PNS di lingkungan Pemkot Kediri, ke polisi karena diduga menggelapkan uang ratusan juta yang dikumpulkan dari tiga orang, yaitu Kwin (mantan Ketua KONI), Dian (mantan bendahara), dan Arif (mantan wakil bendahara).  Arif juga merasa dijebak oleh Lutfi dan Imam, terkait penyerahan titipan uang ke Kejaksaan, yang kemudian dijadikan barang bukti.

Menurut Arif, tim Paminal Mabes Polri itu juga mendatangi lokasi pertemuan antara Lutfi, Imam, Kwin, Dian, dan dirinya, di salah satu hotel di Kota Kediri. “Saya tidak ikut ke hotel. Saya hanya menunjukkan TKP-nya. Kabarnya, tim Mabes menemukan bukti adanya pertemuan itu. Tapi saya tidak tahu detailnya,”tandas Arif.

Selain memeriksa dirinya, lanjut Arif, tim dari Mabes Polri itu juga memeriksa beberapa orang yang diduga mengetahu peristiwa pertamuan itu.  “Tapi hasil pemeriksaan terhadap saksi lain, saya belum tahu. Secara umum, tim dari Mabes Polri itu cukup kooperatif dan enak. Tidak macam-macam. Tampaknya, mereka fokus  mencari bukti-bukti dan keterangan saksi,”tambah Arif. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.