Kediri, Raja Terminal Mangkrak?

KEDIRI – Kabupaten Kediri, mungkin bisa disebut sebagai ‘raja terminal mangkrak’. Setidaknya, ada tiga 3 bangunan terminal yang mangkrak, antara lain terminal Purwoasri,  terminal Sambi, dan terminal Simpang Lima Gumul (SLG), semuanya mangkrak, tidak berfungsi normal. Kesan yang muncul, pembangunan terminal itu asal membangun, yang penting dana proyek turun, kurang memperhitungkan efektivitas dan maksimalisasi fungsi proyek.

TERMINAL SAMBI MANGKRAK : Kondisi terminal Sambil, Kecamaran Ringinrejo, yang mangkrak, karena MPU tidak mau masuk ke terminal

Terminal Purwoasri, yang dibangun sejak tahun 2000, nyaris sama sekali tidak pernah berfungsi normal layaknya sebagai terminal utama. Bus antarkota jurusan Kediri-Surabaya, maupun angkutan kecil jurusan Kediri-Kertosono, enggan masuk ke terminal. Karena tidak ada penumpang di dalam terminal. Tahun 2021 ini, terminal Purwoasri itu mulai diubah menjadi taman, yang pembangunannya belum tuntas.

Begitu juga terminal SLG, sama sekali tidak berfungsi sebagai terminal angkutan kota. Kondisinya juga mangkrak. Tidak ada kendaraan umum yang keluar masuk terminal.  Sekat-sekat terminal yang seharusnya digunakan untuk parkir Mobil Penumpang Umum (MPU), kosong melompong. Bahkan, pintu masuk terminal SLG sebelah barat, dikunci.

Kosongnya terminal SLG itu, sekat-sekat terminal akhirnya sering digunakan untuk parkir kendaraan pribadi para pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, yang kebetulan kantornya satu lokasi dengan terminal SLG.

Selain itu, terminal Sambi, Kecamatan Ringinrejo, juga mangkrak. Tidak ada kendaraan MPU jurusan Kediri-Blitar yang mau masuk ke terminal, karena tidak ada penumpang. Para penumpang, umumnya lebih senang menunggu MPU di pinggir jalan, dekat Pasar Sambi atau sekitar 100 m dari terminal. “Lokasi terminal agak jauh. Penumpang malas kalau harus berjalan ke terminal,”ujar Mustaqim, salah seorang warga. Terminal Sambi itu, kini kondisinya juga kosong melompong dari MPU. Pada siang hari maupun malam hari, kadang dimanfaat pedagang untuk lokasi berjualan mebeler, warung kopi, pedagang buah, dan sebagainya.

Banyaknya terminal yang dibangun lalu mangkrak di Kabupaten Kediri ini, mungkin pas jika disebut Kabupaten Kediri adalah Raja Terminal Mangkrak. (mam)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *