Tersangka, Krisna Masih Aktif Jabat Kepala Kominfo

KEDIRI – Krisna Setyawan, masih aktif sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Kediri, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediru sebagai tersangka dugaan korupsi proyek kegiatan sosialisasi bidang Penyebaran Informasi Publik (PIP). Sebab, Pemkab masih menunggu surat tembusan penetapan tersangka itu dari  Kejari. “Masih menunggu surat tembusan (penetapan tersangka,red),”ujar Solikin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri, saat dikonfirmasi.

KRISNA SETYAWAN : Kepala Kominfo Kabupaten Kediri, yang ditetapkan tersangka oleh Kejari Kediri

Sedangkan Krisna Setyawan sendiri, saat akan dikonfirmasi melalui saluran WhatsApp, tidak memberikan respon. Saat kediripost ke kantor Kominfo, dia tidak berada di kantor. “Belum datang Pak,”ujar salah seorang staf Kominfo bagian front office.

Seperti diberitakan, Krisna Setyawan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi bidang PIP tahun 2019 dengan nilai kerugian Negara Rp 1 miliar lebih. Penetapan tersangka Krisna ini, merupakan pengembangan dari penetapan tersangka Sunartis, mantan Kabid PIP Kominfo yang sudah pensiun.

Mereka diduga secara bersama – sama melakukan korupsi dana PIP dengan membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ), seakan – akan telah melakukan kegiatan sosialisasi tentang informasi publik. Tetapi setelah didalami, ternyata sosialisasi tersebut adalah fiktif. Pada LPJ nya, Sosialisasi itu menggandeng pihak ketiga, penyedia jasa sosialisasi.  Hanya saja, belum ada dari pihak III itu yang ditetapkan sebagai tersangka.

Ditetapkannya Krisna Setyawan sebagai tersangka ini, membuat banyak koleganya yang kaget. Mengingat karir kepegawaiannya dinilai cukup cepat dan umurnya masih cukup muda dibanding kepala dinas lain. Dia berangkat dari ajudan mantan Bupati Kediri Sutrisno hingga menjadi Plt Kepala Dinas Kominfo  dalam waktu beberapa tahun saja. Dia naik pangkat seakan tanpa hambatan sama sekali. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *