Bahasa Yuyun Bersifat Mengingatkan

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

KEDIRI – Bahasa dalam group WhatsApp yang digunakan oleh Yuyun Masitha, pemilik Mirasa II, dinilai lebih sebagai nasihat atau untuk mengingatkan orang lain, agar seseorang itu berbuat lebih baik. “Serupa dengan seorang dosen mengingatkan kepada mahasiswanya pada saat si mahasiswa itu melakukan kesalahan: “kalau menjawab atau mengerjan tugas jawablah atau kerjakan seperti yang mahasiswa A lakukan, bukan mahasiswa B,”ujar Dr. Mohammad Sinal, S.H, M.H, ahli bahasa hukum dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), saat memberikan keterangan ahli dalam sidang ugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Wee U alias Wijayanto Setiawan.

Dr. MOCH. SINAL SH. M.H :  Ahli bahasa hukum dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) Malang

Dilihat dari konteks kalimat yang ada, mulai dari awal sampai akhir, kalimat-kalimat di grup WA itu, lanjut Sinal, pada teks WA yang dikirimkan Yuyun Masitha, tidak ada kata atau kalimat yang memuat pencemaran nama baik dan/atau penghinaan. Dengan kata lain, tidak terpenuhi adanya unsur-unsur atau maksud mencemarkan nama baik seseorang.

Sinal juga mengatakan, untuk mengetahui makna satu teks atau kalimat, tidak bisa hanya diambil atau dimaknai secara sepotong-potong teks yang ada, tetapi harus dilihat secara utuh, baik dari segi teks maupun konteksnya secara keseluruhan. “Tidak bisa satu teks dipotong, dipisahkan dari teks lainnya dan konteks yang ada, lalu dimaknai sendiri-sendiri dengan mengabaikan teks dan konteks secara keseluruhan,” tandas Sinal.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yuyun Masitha dilaporkan polisi dengan tuduhan mencemarkan nama baik oleh Wee U, saat chatting di salah satu grup WA. Namun, Yuyun sendiri mengaku sama sekali tidak bermaksud mencemarkan nama baik, apalagi dia tidak kenal dengan Wee U dan Wee U tidak ada di grup WA itu.
Sementara itu, Danan Prabandaru SH, Penasehat Hukum (PH) Yuyun Masitha, berharap kliennya bisa bebas karena sejak awal memang dia tidak ada niat menjelek- jelekkan seseorang dan arah pembicaraannya di grup WA juga tidak membully. “Hanya membandingkan antara nama satu dengan nama lain, agar seseorang bisa berlaku lebih baik,” katanya. (mam)

Yuyun’s Language is Reminiscent

Alleged Defamation Case

KEDIRI – The language in the WhatsApp group used by Yuyun Masitha, the owner of Mirasa II, is considered more as advice or to remind others so that someone can do better. “Similar to a lecturer reminding students when the student makes a mistake:” If you answer or do a task, answer or do as student A did, not student B, “said Dr. Mohammad Sinal, SH, MH, a legal language expert from State Polytechnic of Malang (Polinema), when giving expert testimony at the trial of alleged defamation reported by Wee U alias Wijayanto Setiawan.
Judging from the context of the existing sentences, from beginning to end, the sentences in the WA group, continued Sinal, in the WA text sent by Yuyun Masitha, there are no words or sentences that contain defamation and / or insult. In other words, there are no elements or intentions to defame a person.

Sinal also said, to find out the meaning of a text or sentence, it could not only be taken or interpreted in pieces of the existing text, but must be seen as a whole, both in terms of the text and the context as a whole. “One text cannot be cut, separated from other texts and existing contexts, then interpreted individually by ignoring the text and context as a whole,” said Sinal.
As previously reported, Yuyun Masitha was reported by the police on charges of defaming Wee U, while chatting in a WA group. However, Yuyun himself admitted that he did not mean to defame a good name, especially since he did not know Wee U and Wee U was not in the WA group.
Meanwhile, Danan Prabandaru SH, Legal Counsel (PH) Yuyun Masitha, hoped that his client could be free because from the start he had no intention of badmouthing someone and the direction of his conversation in the WA group was also not bullying. “Just comparing one name with another, so that someone can act better,” he said. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *