Gambiran, Sukseskan Program Vaksin

dr Fauzan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri

KEDIRI – Program Vaksinasi sinovac tahap pertama di Kota Kediri terus berlanjut hingga sekarang. Penyuntikan vaksin Covid-19 ini berlangsung di sejumlah rumah sakit dan puskesmas seperti RSUD Gambiran, Puskesmas Balowerti, Campurejo dan beberapa fasilitas kesehatan lain yang telah ditunjuk sebelumnya.

Meski vaksin ini sudah dipastikan aman, suci dan halal, petugas vaksinator tetap memastikan orang yang akan divaksin memenuhi syarat.

“Harus sesuai persyaratan, kalau ada satu poin tidak memenuhi, terpaksa harus ditunda”,ungkap dr. I Nengah Gangga, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Gambiran Kota Kediri.

Beberapa instrumen yang harus terpenuhi sebelum melakukan vaksinasi, meliputi beberapa hal berikut. Petugas memastikan selama 7 hari terakhir orang yang akan divaksin tidak memiliki riwayat demam; tidak mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek,sesak; dan tidak sedang diare.

Selain pengecekan kondisi fisik, dr. Gangga menuturkan bahwa petugas juga menanyakan beberapa pertanyaan pendukung.

“Petugas juga akan mengkonfirmasi apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat, suspek atau terkonfirmasi,sedang dalam perawatan sebab Covid-19, apakah memiliki riwayat atau menderita penyakit jantung, hipertensi, paru, TBC, asma, PPOK, ginjal, hati,” terangnya.

Selain itu vaksinator juga menanyakan apakah sedang mengkonsumsi obat-obatan kanker, gangguan imunologi dan apakah memiliki riwayat alergi terhadap vaksinasi. Lebih lanjut petugas juga memastikan apakah yang bersangkutan sedang dalam kondisi hamil atau menyusui.

Dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh, tinggi badan, berat badan, tekanan darah dan kadar gula darah.

Hal itu sejalan dengan peraturan yang ada. Dimana petunjuk teknis yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Nomor HK.02.02/4/1/2021, para penerima vaksin harus melewati beberapa tahapan mulai dari registrasi dan proses screening untuk memastikan kondisi kesehatan tubuh.

Jika dinyatakan lolos screening, penerima vaksin akan langsung divaksinasi Covid-19. Selanjutnya penerima vaksin diharuskan menunggu selama 30 menit untuk diobservasi guna mengantisipasi adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Ditempat terpisah, dikatakan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima, perkembangan kasus korona di Kota Kediri belum sepenuhnya pulih. Masyarakat tidak boleh lengah. Pasalnya, kasus kematian di Kota Kediri hingga kemarin masih tinggi dibanding Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Rata-rata kematian akibat Covid-19 adalah 9,77 persen,” ucap dr. Fauzan.

Sedangkan di tingkat provinsi, rata-rata kematiannya 7,01 persen. Sejauh ini, menurut Fauzan, jumlah pasien yang meninggal akibat korona sudah mencapai 109 orang. Kemarin, bertambah satu orang lagi.

Karena masih terjadi penularan, Fauzan mengingatkan masyarakat agar terus mendisiplinkan diri untuk mematuhi protocol kesehatan (prokes). Yakni, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan.

Menurut dia, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro adalah salah satu upaya Pemkot Kediri untuk memutus matarantai penularan virus. “Saat berada di luar rumah harus tetap mengenakan masker,” himbaunya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *