Mangkrak, Bangunan GSG Ringinanom Diperiksa Polda

Nilai Rp 2,25 Miliar, Sudah Diresmikan, Kontraktor ‘Kabur”?

KEDIRI – Pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Kelurahan Ringinanom, Kota Kediri, diperiksa Tipidkor Polda Jatim, karena diduga terjadi penyimpangan. Sebab, sudah sekitar 1 tahun lebih bangunan itu mangkrak. Informasi yang berkembang, pembangunan itu ditinggal kabur kontraktornya, karena uangnya tidak cukup. Tim Tipidkor Polda Jatim, turun langsung ke lokasi GSG Ringinanom itu, Kamis (28/1/21) untuk melihat bangunan yang mangkrak itu.

MANGKRAK : Bangunan GSG Kelurahan Ringinanom yang sedang diperiksa Polda Jatim

Informasi yang dikumpulkan kediripost dari masyarakat, gedung itu dibangun pada 2019. Kontraktornya dari Nganjuk. Bahkan gedung itu sudah sempat diresmikan Pemkot Kediri dengan pentas seni yang dihadiri ratusan warga sekitar dan sejumlah pejabat. Sehingga, para pejabat Pemkot itu sebenarnya meresmikan bangunan yang belum jadi. “Ramai Mas dulu waktu peresmian, ada pentas seni, makan-makan, dan sebagainya. Kan dulu belum corona seperti seperti sekarang,”ujar salah seorang warga yang ditemui, saat bermain tenis meja di gedung GSG yang mangkrak itu.

Menurut sejumlah warga, saat peresmian GSG yang mangkrak itu, ada beberapa pejabat Pemkot yang datang. Sebagian pejabat itu malah ada berceletuk ke beberapa warga yang datang, menilai bangunan kondisi GSG itu. “Bangunan kayak gitu kok diterima?,”saut warga yang lain.

Secara umum, kondisi bangunan GSG itu memang belum layak ditempat. Bangunan itu belum ada tutup atapnya. Baru rangka yang menganga. Temboknya juga belum diplaster tuntas, lantainya juga belum ada keramiknya. Pinggiran bangunan dibatasi dengan seng bekas. Bangunan itu banyak berlumut karena sudah satu tahun lebih mangkrak.

Salah seorang petugas dari PUPR yang ikut datang ke lokasi, mengakui bangunan itu sedang dalam pemeriksaan polisi. Hanya saja, dia menolak memberi keterangan, karena bukan wewenangnya. “Polda barusan pulang.   

Sedangkan berdasarkan data di Sistem Layanan Prngadaan Secara Elektronik ( LPSE)  Pemkot Kediri, bangunan GSG Krelurahan Ringinanom itu nilai HPS-nya Rp 2,25 miliar lebih atau tepatnya Rp 2.257.374.680,95. Pemenangnya CV. Sekawan Elok, Bogo, Nganjuk. (mam)

GSG Ringinom Building is inspected by the Regional Police

KEDIRI – The construction of a multipurpose building (GSG) of Ringinom Village, Kediri City, was examined by the East Java Regional Police Tipidkor, because it was suspected of irregularities. This is because the building has been stalled for about a year. Information is growing, the contractor has left behind the construction, because the money is not enough. The East Java Regional Police Corruption Team, went directly to the GSG Ringinom location, Thursday (28/1/21) to see the stalled building.
Information collected by kediripost from the community, the building was built in 2019. The contractor is from Nganjuk. The building was even inaugurated with an art performance attended by local residents. “During the inauguration, it was busy, Mas, there were art performances, meals, and so on. In the past, it wasn’t corona like now, “said one resident who was met, while playing table tennis in the stalled GSG building.
According to a number of residents, during the inauguration of the stalled GSG, several municipal government officials came. Some of these officials even spoke to several residents who came to evaluate the building’s GSG condition. “How come the building like that is accepted ?,” said another resident.
In general, the condition of the GSG building is not suitable for the place. The building has no roof cover. Just a gaping frame. The walls have not been completely plastered, nor are there any tiles on the floor. The edge of the building is bordered by used zinc. The building was covered in moss because it had been stalled for more than one year.

One of the PUPR officers who came to the location, admitted that the building was under police investigation. However, he refused to provide information, because it was not in his authority. “Polda just came home.
Meanwhile, based on LPSE data from the Kediri City Government, the GSG building has an HPS value of Rp. 2.25 billion, or to be precise, Rp. 2,257,374,680.95. The winner is CV. Sekawan Elok, Bogo, Nganjuk. (mam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *