Sambut Bandara, Siapkan Lingkar Wilis

KEDIRI – Mengantisipasi perkembangan kepadatan lalu lintas terkait pembangunan bandara Kediri yang direncanakan selesai akhir 2021, Pemkot Kediri mulai mempersiapkan jalur-jalur lalu lintas di Kota Kediri. Salah satunya, jalan lingkar Maskumambang atau lingkar Wilis, guna mengurai kemacetan yang mungkin timbul. Gambaran rancangan pembangunan lingkar wilis itu, terlihat dari revisi Perda Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang sudah disahkan pada paripurna DPRD Kota Kediri akhir 2020 lalu.

Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Demokrat, Ashari, menjelaskan jalan lingkar Wilis yang dirancang di RTRW tersebut akan melintasi sejumlah ruas jalan mulai terminal Tamanan ke utara melalui Campurejo, Sukorame, Pojok, kawasan Selomangleng, lalu ke timur lagi hingga menembus ke pertigaan Ngampel atau pertigaan jembatan Semampir sebelah barat. “Ini perlu segera dilakukan untuk pembangunan Kota Kediri,”ujar Ashari.

ASHARI : Anggota DPRD Kota Kediri

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhugungan Kota Kediri, Yoga Eka Putra, menjelaskan, secara umum saat ini kepadatan lalu lintas di Kota Kediri, masih terkendali. Kepadatan arus lalu lintas hanya terjadi pada jam-jam tertentu, yaitu pada jam masuk dan pulang sekolah serta jam masuk dan pulang kantor. “Tidak setiap jam terjadi kepadatan lalu lintas,”ujarnya, ditemui di ruang kerjanya.

YOGA EKA PUTRA : Kabid lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Kediri

Terkait antisipasi pembangunan bandara Kediri, tol Kertosono – Kediri dan tol Kediri – Tulungagung, Yoga menjelaskan, bandara tol Kertosono – Kediri exit gate rencananya di Desa Maron, Kecamatan Banyakan. Untuk itu, Dishub akan melakukan manajemen dan rekayasan lalu lintas di beberapa titik, antara lain di simpang empat Mrican, simpang tiga Ngampel, dan simpang tiga jembatan Semampir sisi barat.

“Rencana pembangunan Jembatan Mrican akan dapat mengurai kepadatan lalu lintas pada Simpang Empat Mrican, sehingga akan mengurangi kepadatan pada simpang-simpang lain di kawasan itu,”tandasnya. (mam)

Welcoming the Airport, Prepare the Wilis Circle

KEDIRI – Anticipating the development of traffic congestion related to the construction of Kediri airport which is planned for completion by the end of 2021, Kediri City Government has begun preparing traffic lanes in Kediri City. One of them is the Maskumambang ring road or the Wilis ring, in order to unravel the congestion that may arise. The description of the circular development design can be seen from the revision of the Spatial and Regional Planning Regional Regulation (RTRW) which was ratified at the plenary session of the Kediri City DPRD at the end of 2020.
Member of the Kediri City DPRD from the Democratic Party, Ashari, explained that the Wilis ring road designed in the RTRW will cross a number of roads starting from the Tamanan terminal to the north via Campurejo, Sukorame, Pojok, Selomangleng area, then east again until it crosses the Ngampel T-junction or T-junction. West Semampir bridge. “This needs to be done immediately for the development of Kediri City,” said Ashari.
Meanwhile, the Head of Traffic of the Kediri City Transportation Service, Yoga Eka Putra, explained that in general the current traffic density in Kediri City is still under control. The density of traffic flows only occurs at certain hours, namely at the time of entry and return from school as well as the hours of entry and return from work. “Not every hour there is traffic jam,” he said, met in his office.
Regarding the anticipation of the construction of the Kediri airport, the Kertosono – Kediri toll road and the Kediri – Tulungagung toll road, Yoga explained that the Kertosono – Kediri toll airport exit gate is planned in Maron Village, Banyak District. To that end, the Transportation Agency will carry out traffic management and engineering at several points, including the Mrican intersection, Ngampel three intersection, and the west side of the Semampir three bridges.
“The plan to build the Mrican Bridge will be able to unravel the traffic density at the Mrican Simpang Empat, so that it will reduce the density at other intersections in the area,” he said. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *