Klarifikasi, Penuduh Bakal Calon Bupati Tak Berani Datang

KLARIFIKASI : dr. Sukma Mahadewa, bakal calon Bupati Kediri didampingi penasehat hukumnya Akson, pada forum klarifikasi sejumlah tuduhan kebohongan atas dirinya

KEDIRI – dr. Sukma Mahadewa, salah satu bakal calon Bupati Kediri, menegaskan dia sama sekali tidak terkait dengan keluarga mantan Bupati Sutrisno, sebagaimana yang disebarkan sejumlah akun di media sosial, khususnya facebook. “Saya sama sekali bukan keponakan ‘dinasti’ sebagaimana yang mereka tuduhkan,”ujar dr. Sukma, dalam forum klarifikasi di sebuah Cafe di Mojoroto, Minggu (15/3/2020).

Pada Forum klarifikasi itu sebenarnya dr. Sukma  Mahadewa juga mengundung para pemilik akun yang menuduh sejumlah tudingan kebohongan yang diarahkan ke dr. Sukma, seperti akun Ade Kurma, Hari Upoyo, Agus Harianto, Kartika Hadi Bintoro, dan sebagainya, yang difasilitasi oleh akun group Menuju Kediri Lebih Baik (MKLB), tapi semua para penuduh tidak ada yang berani datang. “Ketika kita hubungi, pemilik akun Ade Kurma mengaku siap datang. Nyatanya tidak datang,”kata Rahmad Mahmudi, fasilitator klarifikasi dari MKLB.

Pada akun-akun tersebut, setidaknya ada 9 poin yang mereka tuduhkan ke dr. Sukma sebagai kebohongan publik. Mulai mengaku ikut ormas macam-macam, bohong. Tidak mau mengakui Haryanti saudaranya, bohong. Kampanye pemeriksaan gratis tapi obat bayar, bohong, dan sebagainya. Karena berbagai tuduhan yang jika dibiarkan dinilai akan merusak nama baik dr. Sukma, sebagian pendukung dr.Sukma sempat menantang para penuduh itu untuk membuktikan tuduhannya, bahkan jika mereka memiliki bukti, mereka akan diberi Rp 50 juta. Selain itu, akhirnya dr. Sukma mengajak para penuduh kebohongan itu untuk klarifikasi secara langsung sambil diskusi santai di cafe yang dihadiri sejumlah saksi dan media. Tapi lagi-lagi mereka tidak ada yang datang. “Kalau silaturrahmi sambil ngopi seperti ini kan enak sebenarnya. Kita ingin berbaik-baik pada semuanya. Kita tidak ingin ini berlarut-larut atau menuntut macam-macam. Tapi yang jelas, tuduhan-tuduhan mereka semua tidak benar,”tandas dr. Sukma, didampingi konsultan hukumnya, M. Aksonul Huda SH.

Saat ditanya apakah dr. Sukma akan membawa masalah ini ke ranah hukum dengan melaporkan ke polisi? Sukma mengaku dirinya tidak pernah berpikiran negatif ke semua orang, termasuk ke para peuduh itu. Tapi jika mereka tetap mengumbar isu yang tidak benar di medsos, maka pihaknya akan mempertimbangkan lagi langkah-langkah yang perlu diambil, termasuk laporan ke polisi. “Sebenarnya yang materi ada di akun itu sudah memenuhi unsur pidana, UU ITE. Tetapi dr. Sukma meminta untuk tidak membuat hal-hal menjadi ribet,”saut Akson. (mam)

Clarification, Accusers Will Be Candidates for Regent Not Dare to Come

KEDIRI – dr. Sukma Mahadewa, one of the candidates for the Kediri Regent, stressed that he was totally unrelated to the family of the former Regent of Sutrisno, as spread by a number of accounts on social media, especially Facebook. “I am not a nephew of the ‘dynasty’ as they have accused,” said Dr. Sukma, in a clarification forum at a Cafe in Mojoroto, Sunday (3/15/2020).
At the clarification forum actually Dr. Sukma Mahadewa also invited account holders who accused a number of allegations of lies directed at Dr. Sukma, such as the Ade Kurma account, Hari Upoyo, Agus Harianto, Kartika Hadi Bintoro, etc., were facilitated by the group account Menuju Kediri Better (MKLB), but all the accusers did not dare to come. “When we contacted, the account holder Ade Kurma claimed to be ready to come. In fact it did not come, “said Rahmad Mahmudi, a clarification facilitator from the MKLB.
On these accounts, there are at least 9 points that they accuse to Dr. Sukma as a public lie. Began to confess to joining various mass organizations, lying. Do not want to admit Haryanti brother, lie. Free inspection campaign but drugs pay, lie, and so on. Because various accusations which if left unchecked will damage the good name of Dr. Sukma, some of Dr. Sukma’s supporters had challenged the accusers to prove their accusation, even if they had evidence, they would be given Rp. 50 million. In addition, finally Dr. Sukma invited the accusers of the lie to be clarified in person while having a relaxed discussion at the cafe which was attended by a number of witnesses and the media. But again they didn’t come. “For friendship while drinking coffee like this is really good. We want to be nice to everyone. We don’t want this to drag on or demand things. But clearly, their accusations are all untrue, “said Dr. Sukma, accompanied by her legal consultant, Akson SH.
When asked whether dr. Will Sukma bring the matter to the legal domain by reporting it to the police? Sukma claimed he had never been negative to everyone, including the accusers. But if they continue to spit out issues that are not true in the social media, then it will reconsider the steps that need to be taken, including reporting to the police. “Actually, the material in the account already fulfills the criminal element, the ITE Law. But Dr. Sukma asked not to make things complicated, “Akson said. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *