Mujahid – Eko ‘Menolak’ Mundur

 

KEDIRI – Pasangan Mujahid – Eko Ediono menolak disebut-sebut dirinya mundur dalam bursa bakal calon Bupati / Wakil Bupati Kediri 2020.  Mereka masih menunggu seluruh perkembangan politik yang serba belum pasti, karena belum ada rekom yang turun. “Tidak mundur kok,”ujar Eko Ediono, saat dikonfirmasi Kediripost (25/2/20).

Eko menjelaskan,  suasana politik sekarang ini ada rumor yang berkembang macam-macam. “Yang  jelas kami tidak mundur. Tapi kalau misalnya tidak mendapat rekom, itu kan bukan berarti mundur,”tandas Eko, yang dihubungi melalui saluran whatsap.

Menurut Eko, pihaknya masih berharap bisa mendapatkan rekom dari partai-partai yang ada sehingga bisa landing di Pemilihan Bupati Kediri nanti. Tetapi dia tetap menghormati apapun keputusan partai nanti. “Semoga dapat rekom. Kalau memang tidak mendapat rekom ya kami terima, wong memang itu keputusan masing-masing partai yang harus kita hormat,”tambahnya.

Jika tidak mendapat rekom dari partai-partai, apakah Mujahid – Eko akan mengambil langkah jalur lain, yaitu mengumpulkan 25 persen suara Pemilu Legislatif? Sebagai jalan satu-satunya untuk bisa menjadi calon Bupati / Wakil Bupati Kediri? Karena jalur independen sudah ditutup. “Belum ada rencana kea rah situ,”jawab Eko.

Sementara itu, Dodik Purwanto, sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kediri mengakui adanya selentingan Mujahid – Eko akan mundur saat pertemuan di kantor DPC PDIP Kabupaten Kediri.  Hanya saja, penyampaian itu dilakukan oleh seseorang dengan nada guyon. “Baru kabar burung. Belum ada pernyataan resmi. Info itu guyonan, bukan dari beliau (Sutrisno atau Mujahid,re) nya,”kata Dodik. (mam)

Mujahid – Eko ‘Refuse’ Retreat

KEDIRI – Mujahid pair – Eko Ediono refused to be said to resign in the exchange of prospective candidates for Regent / Deputy Regent of Kediri 2020. They are still waiting for all the uncertain political developments, because there is no record yet. “Not back down,” said Eko Ediono, when confirmed Kediripost (25/2/20).
Eko explained, the current political atmosphere there are various rumors. “What is clear is we did not back down. But if for example you do not get a record, it does not mean withdrawing, “said Eko, who was contacted via whatsap channel.
According to Eko, his party still hopes to get a record of the existing parties so that they can land in the Kediri Regent Election later. But he still respects whatever party’s decision later. “Hopefully can record. If we don’t get a record, we accept it, indeed it is the decision of each party that we must respect, “he added.
If you do not get a record from the parties, will Mujahid – Eko take another step, namely to collect 25 percent of the votes in the Legislative Election? As the only way to become a candidate for Regent / Deputy Regent of Kediri? Because the independent lane has been closed. “There are no plans in that direction,” answered Eko.
Meanwhile, Dodik Purwanto, secretary of DPC PDIP in Kediri Regency, admitted that there was a rumor that Mujahid – Eko would resign during a meeting at the DIP PDIP office in Kediri Regency. It’s just that the delivery was done by someone with a joking tone. “It’s just a rumor. There has been no official statement. The info is a joke, not from him (Sutrisno or Mujahid, re) it, “said Dodik. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *