Masyarakat Masih Takut ke Bank, Tekat Basmi Rentenir // The Community Still Fearful of Going to Banks, Approved to Clear Moneylenders

 

TEKAT HAPUS RENTENIR : Pertemuan stakeholder Pemkot Kediri, OJK, yang diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat

KEDIRI – Dunia perbankan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat, dinilai sangat vital. Sehingga dunia perbankan penting untuk melakukan pendekatan ke masyarakat secara langsung. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta agar lembaga jasa keuangan dan perbankan mendekatkan diri kepada UMKM dan masyarakat. Karena selama ini masih ada masyarakat yang takut untuk datang ke bank. Hal itu disampaikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam acara Sinergitas OJK dengan Stakeholders, Rabu (18/12)  di Grand Panglima Resto.

Pria yang akrab disapa Mas Abu ini menghimbau jangan sampai masyarakat ataupun pelaku usaha yang membutuhkan meminjam uang ke rentenir, karena syarat yang mudah dan cepat. “Ini tantangan bagi kita semua. Makanya saya mendukung program Membasmi Rentenir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena ketika sudah kena rentenir mereka tidak jadi untung, malah buntung untuk membayar hutang dan bunga yang tinggi,” ujarnya.

Mas Abu mengungkapkan, Pemerintah Kota Kediri fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi. Apalagi dua hari lalu Presiden RI Joko Widodo menginginkan pertumbuhan ekonomi di angka 6%. “Seperti kita tahu perang dagang Amerika dan Tiongkok juga membawa pengaruh bagi perekonomian. Namun mau tidak mau kita harus kerja bersama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Abu meminta agar perbankan ataupun lembaga jasa keuangan mengeluarkan Coorporate Social Responsibility  (CSR) untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui UMKM. “Kita bisa berkolaborasi. Saya sudah lima tahun buat event pameran untuk UMKM dan hasilnya positif, competitiveness mereka meningkat. Ayo kita garap ini bersama-sama,” pungkasnya.

Mas Abu berharap semua pihak bisa kerjasama untuk meningkatkan perekonomian Kota Kediri. “Saya yakin UMKM kita semakin baik karena mereka juga memanfaatkan perkembangan IT. Tinggal kita hadir di tengah mereka sehingga ada chemistry. Kebijakan pemerintah pusat juga sudah bagus. Kita tinggal jalankan itu di daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Kota Kediri Bambang Supriyanto berharap agar pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan stakeholder terkait memiliki tekad yang kuat untuk terus meningkatkan akses layanan keuangan kepada UMKM. Hal ini demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang lebih inklusif. “Untuk itu perlu sinergitas dan kolaborasi tentunya melalui penguatan sektor jasa keuangan dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya. (adv/bad)

 

 

The Community Still Fearful of Going to Banks, Approved to Clear Moneylenders

KEDIRI – The world of banking to help improve the people’s economy, is considered very vital. So that the banking world is important to approach the community directly. Kediri Mayor Abdullah Abu Bakar requested that financial and banking service institutions draw closer to MSMEs and the community. Because so far there are still people who are afraid to come to the bank. This was conveyed by the Mayor of Kediri Abdullah Abu Bakar in the event of the OJK Synergy with Stakeholders, Wednesday (12/18) at the Grand Panglima Resto.
The man who is familiarly called Mas Abu, appealed not to let the public or business people who need to borrow money from moneylenders, because the terms are easy and fast. “This is a challenge for all of us. So I support the program to Eradicate Moneylenders from the Financial Services Authority (OJK). Because when they have been hit by moneylenders they are not profitable, instead they are lucky to pay high debt and interest,” he said.
Mas Abu revealed, the City Government of Kediri focused on increasing economic growth and controlling inflation. Especially two days ago Indonesian President Joko Widodo wanted economic growth at 6%. “As we know, the American and Chinese trade wars also have an influence on the economy. But inevitably we must work together to increase economic growth,” he said.
On this occasion, Mas Abu requested that banks or financial service institutions issue Corporate Social Responsibility (CSR) to enhance economic growth through MSMEs. “We can collaborate. I have five years for an exhibition event for MSMEs and the results are positive, their competitiveness increases. Let’s work on this together,” he concluded.
Mas Abu hopes that all parties can work together to improve the economy of Kediri City. “I am sure our MSMEs are getting better because they are also utilizing IT developments. We only have to be present in their midst so there is chemistry. The central government policy is also good. We just have to run it in the regions,” he concluded.
Meanwhile, the Head of the Kediri City OJK Bambang Supriyanto hopes that local governments, financial service institutions and related stakeholders have a strong determination to continue to improve access to financial services to MSMEs. This is for the realization of a more inclusive community welfare. “For that we need synergy and collaboration of course through strengthening the financial services sector in the context of increasing economic growth,” he said. (adv / bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *