Peduli Perekonomian, GG Tunjukkan Pemanfaatan Bambu

Pemanfaatan bambu di pertunjukan Saung Angklung Udjo

Kediri- Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan perekonomian, PT Gudang Garam Tbk, mengajak puluhan jurnalis untuk melihat secara langsung pemanfaatan bambu dalam menunjang perekonomian warga. Seperti kunjungan ke Saung Angklung Udjo (SAU)  di Bandung Jabar, Jumat (1/11).

Dalam kunjungan ke Saung Angklung Udjo ( SAU) pengunjung langsung disuguhi  oleh berbagai pertunjukan bambu saung.Mulai dari demonstrasi wayang golek, helaran, tari tradisional, angklung mini, arumba , angklung massal nusantara, bermain angklung bersama, angklung orkestra dan menari bersama.

Menariknya dalam pertunjukan tersebut pengunjung ikut dilibatkan langsung dalam sesi permainan. Seperti diajak untuk bermain angklung secara massal. Dari nada do,re,mi,fa,so,la,si,do dalam fersi angklung. Selain itu de sesi akhir pengunjung juga bernyanyi dan berjoget bersama ke arena panggung.

Pantauan di lapangan di area  SAU tampak sejumlah propertinya juga terbuat dari bambu.Mulai dari bilik toilet, musola, hingga atap bangunan juga terbuat dari bambu.

Selain itu disana juga disediakan souvenir   kerajinan tangan dari bambu. Mulai dari gantungan kunci,papan nama, dan berbagai macam kerajinan lainnya yang terbuat dari bambu.

Kabid Humas PT. Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, menjelaskan kalau Saung Angklung Udjo (SAU) adalah destinasi wisata yang dilengkapi tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu.”  Selain itu SAU juga menjadi laboratorium kependidikan dan pusat belajar kebudayaan Sunda, khususnya angklung,” ujarnya

Simak video terkait:

Menurutnya SAU didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati, tempat ini dibangun untuk melestarikan seni tradisional Sunda. Tak heran jika suasana tempat ini begitu segar dikelilingi pohon-pohon bambu. Aneka kerajinan bambu dan interior bambu hingga alat musik bambu bisa dijumpai di Saung Angklung Udjo.

” kunjungan tersebut bertujuan agar bisa melihat langsung pemanfaatan bambu,” ujarnya lebih lanjut.

Untuk diketahui sebelumnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Gudang Garam Tbk berkontribusi pada pelestarian alam, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan penanaman pohon bambu di bagian timur lereng Gunung Wilis, Jawa Timur.

Pada penanaman tahap pertama yang dilakukan 13 Februari 2016, PT Gudang Garam Tbk. bekerjasama dengan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, KPH Nganjuk, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Program CSR ini menanam 15.600 bibit bambu di lahan seluas 100 hektar di Desa Tarokan, Kabupaten Kediri.

Tanaman bambu itu tersebar di wilayah KPH Kediri yang meliputi BKPH Kediri (3.640 pohon),  BKPH Pace (3.640 pohon), dan BKPH Pare (3.640 pohon). Sedangkan sisanya ditanam di BKPH Berbek Nganjuk (4.680 pohon).

Sukses dengan penanaman tahap pertama, program ini berlanjut pada tahap kedua 9 Februari 2017.  PT Gudang Garam Tbk kembali menanam 79.498 bibit bambu di lahan seluas 500 hektar di Dusun Klepu, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Penanaman ini dilakukan bersama Perum Perhutani KPH Kediri dan LMDH. Tanaman bambu ini tersebar di kawasan BPKH Kediri (43.766 pohon), BKPH Pace (30.887 pohon), dan BKPH Pare (4.845 pohon). (bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *