NPL Tembus Diangka 45 Persen, PD BPR Kota Kediri Terancam Bangkrut

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, mengelar rapat kerja Hearing (dengar pendapat), dengan Perusahaan Dearah (PD) BPR, Jumat ( 1/2/19).

KEDIRI – Angka rasio kredit bermasalah atau disebut Non Performing Loan (NPL) di Perusahaan Daerah (PD) BPR Kota Kediri setiap tahun terus meningkat. Pada akhir 2018, NPL di perusahaan perbankan milik Pemerintah Kota Kediri ini, tembus diangka 45 persen.  Jika persoalan tersebut tak segera diatasi, maka tidak menutup kemungkinan PD BPR akan gulung tikar alias bangkrut.

Sebagaimana diungkapkan Anggota Komisi B Nur Fulaili, belum lama ini. Pihaknya mengatakan, tingginya angka NPL di PD BPR itu diketahui setelah Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, mengelar rapat kerja Hearing (dengar pendapat), dengan Perusahaan Dearah (PD) BPR, Jumat ( 1/2/19).

“ Saat hearing, disebutkan bahwa di tahun 2018, NPL PD BPR mencapai 45 persen. Nah, jika NPL-nya seperti itu sangat berbahaya dan bisa mengalami kebangkrutan. Ibarat  penyakitnya sudah akut, “ kata Nur Fulaili.

Persoalan tersebut membuat dia merasa sangat prihatin atas kinerja PD BPR dengan tingginya NPL ini. Menurutnya, dengan NPL yang cukup tinggi ini akan sangat berbahaya untuk keberlangsungan PD BPR Kota Kediri. ” Bank yang dikatakan sehat itu jika kreditnya dibawah 5 persen,” ungkapnya

Tidak menutup kemungkinan, prediksi dia, perusahaan milik Pemerintah Daerah Kota Kediri itu, akan mengalami gulung tikar alias bangkrut. Sebab, angka NPL di PD BPR terbilang sudah melampaui batas.

Lalu, solusinya apa agar PD BPR Kota Kediri bisa terselematkan dari kebangkrutan dan bisa kembali normal?  Ditanya demikian, pihaknya mengatakan harus ada terobosan yang canggih untuk mengurangi NPL.

” Harus ada terobosan yang bagus, anggaran penagiahan ditambah, terus progres by target, tenaga kerja penagiahan harus super, yang punya etos kerja yang bagus.” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PD BPR Kota Kediri, Sugianto menjelaskan sejauh ini sudah melakukan upaya dalam menurunkan NPL pada PD BPR. Salah satunya seperti upaya kekeluargaan pada tiap nasabah yang memiliki tunggakan piutang sebelum dilakukan lelang.

“ Upaya memperbaiki sudah kita lakukan. Dalam dua bulan ini upaya kekeluargaan jika tidak bisa kita capai maka akan kita lakukan lelang jaminan. Ini merupakan langkah terakhir,” ucapnya usai hearing bersama Komisi B DPRD Kota Kediri.

Kendati demikian, Sugianto mengaku tidak bisa serta merta asal-asalan melakukan upaya tersebut. Pasalnya, setiap nasabah memiliki karakter berbeda. “Disini kita harus hati-hati sebab ada nasabah yang menggunakan LSM atau LPK,” imbuhnya.

Untuk progres penurunan NPL, Sugianto menegaskan pihaknya belum bisa memastikan. Namun, jika melihat program tahun ini, ia memprediksi NPL PD BPR Kota Kediri bisa turun sekitar 6%.

“Perkiraannya untuk satu semester ini NPL kita bisa turun menjadi 39%. Sebab menurunkan prosentase NPL ini tidak bisa hanya piutang saja yang turun tapi harus seimbang dengan naiknya pinjaman kredit,” dalilnya. (wan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *