Wujudkan Kediri Kondusif, Tiga Pilar Gelar Cangkruk Kamtibmas

Cangkruk Kamtibmas tiga pilar plus media di Cafe Ewok, Senin (28/1) malam

Kediri- Untuk mewujudkan Kediri yang kondusif hingga pemilihan umum 17 April mendatang Tiga Pilar plus media telah mengadakan gelar cangkruk Kamtibmas di Cafe Ewok, Senin(28/1) malam.

Acara yang dihadiri oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Waton, Dandim 0809 Letkol Dwi Agung Sutrisno, Komandan Brigif 16 Mekanis Wira Yudha, Kol. Inf. Slamet Riadi, Komandan Sub Denpom V/2-2, Kapten Mustofa dan sejumlah awak media Kediri berjalan aman. Tampak sejumlah pejabat tersebut membaur menjadi satu dengan suasana penuh keakraban.

Kapolres Kediri Kediri AKBP Anthon Haryadi dalam sambutanya berharap Kota Kediri selalu aman kondusif. Tahapan demi tahapan dalam Pemilu juga berjalan lancar. ” Mari kita jaga bersama-sama untuk menciptakan Kota Kediri yang aman,” ujarnya.

Hal senada juga di utarakan oleh Komandan Brigif, kalau Kediri adalah kota bersejarah yang menyimpan sejumlah aset nasional.Dengan pemberitaan positif menjadikan sejumlah investor merasa aman untuk berinvestasi di Kediri.Yang mana dampaknya akan membuka lowongan pekerjaan lebih banyak.

Sementara Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengaku kalau saat ini terus menerima masukan dari berbagai pihak,untuk menjadikan Kota Kediri lebih baik lagi. Keluh kesah warga mulai dari banjir,pendidikan,kesehatan sudah ditangani dengan baik. ” Kota Kediri saat ini sudah responsif, sehingga permasalahan bisa cepat tertangani,” jelasnya.

Pria yang disapa dengan Mas Abu juga menjelaskan kalau pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri cukup tinggi sekitar 5,4 persen.Dan hal itu tidak lepas dari peran berbagai komponen.Mulai dari TNI Polri yang menjaga keamanan tetap kondusif, sehingga bisa mengundang investor untuk masuk di Kota Kediri.” Dan juga peran media yang cukup penting dalam pemberitaan,” Imbuhnya.

Terakhir Mas Abu juga berpesan kalau tahun ini adalah tahun politik.Harus bisa memposisikan diri. Perbedaan pilihan sudah hal biasa, harus disikapi dengan bijak,tidak perlu terprovokasi,apalgi sampai bermusuhan.” Kota Kediri itu sangat dinamis,masyarakatnya sangat cair.Pasang berbagai baliho monggo,asal tidak mengganggu kepentingan warga,jangan sampai trotoar yang fungsinya untuk tempat jalan malah tertutup baliho, dan juga tidak perlu memaku baliho di pohon- pohon yang malah merusak lingkungan,” pungkasnya.(bad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *