Persiapkan SDM Mandiri dan Terampil, Pemkot Kediri Kembali Buka Program Pelatihan

Kediri-pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi dan UMTK kembali membuka Program Pelatihan dan Kewirausahaan Tahun 2023. Program pelatihan gratis ini diperuntukkan bagi masyarakat Kota Kediri. Di tahun 2022 lalu, program yang merupakan bagian dari Prodamas Plus ini telah sukses menjaring 2.903 peserta dengan 37 jenis ketrampilan pilihan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri Bambang Priyambodo, Sabtu (11/3).

Bambang melanjutkan, Pemerintah Kota Kediri menawarkan jenis pelatihan yang bisa dipilih masyarakat sesuai minat dan potensi yang dimiliki. Jika sebelumnya peserta yang terjaring merupakan usulan RT di tiap kelurahan melalui Prodamas Plus, tahun ini pihaknya membuka pendaftaran secara online melalui link http://bit.ly/PELATIHANKDR2023 yang sudah diumumkan Walikota Kediri tanggal 7 Maret lalu dan akan dibuka hingga 17 Maret 2023 mendatang. Hal ini dilakukan agar jangkauan dan cakupan peserta bisa lebih luas. “Tahun ini target kita 3.110 peserta dengan 23 jenis pelatihan yang nantinya bisa dipilih. Setelah pendaftaran ditutup, program pelatihan akan kita mulai bulan Mei dan nantinya peserta akan diberikan pelatihan dengan durasi waktu rata-rata 10 hari,” jelasnya.

Bambang menambahkan, pelatihan ini mengacu pada pelatihan berbasis kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pelatihan ini menyasar masyarakat umum usia produktif, eks buruh dan pekerja pabrik rokok, penyandang disabilitas dan warga rentan. “Untuk penyandang disabilitas dan kelompok warga rentan akan mendapatkan alokasi khusus tentunya dengan pola rekrutmen yang berbeda dengan sasaran lain,” ujarnya.

Bagi yang berminat mengikuti pelatihan, Bambang menuturkan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Diantaranya ber KTP dan domisili Kota Kediri, berusia minimal 18 tahun dan memiliki komitmen tinggi untuk mengikuti pelatihan. Jika dinyatakan lulus seleksi, peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan fasilitas seperti modul pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan hingga sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). “Untuk pendaftaran peserta diharapkan mengisi biodata diri secara lengkap dan melampirkan foto/scan KTP, memilih jenis pelatihan beserta alasan mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Selain menekan pengangguran, Bambang berharap program pelatihan ini bisa membekali peserta guna bersaing di dunia kerja ataupun merintis usaha mandiri. “Tahun lalu tingkat pengangguran terbuka kita 4,38 persen terendah di antara 9 kota di Jawa Timur dan ini kita usahan untuk terus kita tekan. Dengan memberi skill yang dibutuhkan oleh warga harapannya skill itu nanti bisa mereka pakai di dunia kerja atau untuk berwirausaha,” pungkasnya.

Hingga hari Sabtu (11/3) jumlah pendaftar sudah mencapai 2.042 orang dan dimungkinkan akan terus bertambah mengingat batas waktu pendaftaran masih seminggu lagi.[adv/kom]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.