Pemenang Proyek Sudah Ditentukan, Tidak Dilaksanakan

Dari Sidang Dugaan Proyek Fiktif di Kominfo Kabupaten Kediri (4)

KEDIRI – Kasus dugaan proyek fiktif Penyebaran Informasi Publik (PIP) tahun 2019 di Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo)  Kabupaten Kediri, sejak awal pemenangnya sudah ditentukan atau ditunjuk dan tanpa pembanding.  Sehingga, meski satu proyek ditawarkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tetapi pemenangnya sudah ditentukan.  “Proyek ini nanti yang mengerjakan ini, “ ujar Ali Munim, staf Kominfo Kabupaten Kediri, saat memberikan keterangan pada sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Rabu (8/12/2021).

Pada sidang lanjutan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri, menghadirkan dua saksi yaitu Sutarja dan Ali Munim, semuanya dari internal Dinas Kominfo Kabupaten Kediri.

Di depan persidangan, Ali Munim menjelaskan dia bertugas mencari penyedia jasa kegiatan. Namun, penyedia jasa itu pemenangnya sudah ditentukan oleh Sunartis (Kabid PIP), yang dimenangka PT. Intan Digital Energi Asia. “Saya mengikuti saja perintah atasan, “tandas Ali Munim.

PT Intan Digital sendiri ada lima kegiatan, yaitu Wayang  Kulit di Desa Tunge, Kecamatan Wates, senilai Rp 111 juta. Pentas wayang di Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri, dan Desa Banyakan, Kecamatan Banyakan, senilai Rp 170 juta, dan di Dinas Kominfo senilai Rp 198 juta. Selain itu, masih ada 2 lokasi lagi yang tidak disebutkan di mana lokasi kegiatannya.

Saat ditanya majelis hakim, apakah PT. Intan Digital memiliki kapasitas kemampuan untuk mengerjakan proyek itu? Ali Munim mengaku tidak tahu. Karena perusahaan itu baru berdiri dan dia belum mengetahui sebelumnya. Karena sudah direkomendasi untuk dimenangkan oleh Sunartis, akhirnya PT Intan Digital dimenangkan.  “Tidak tahu. Itu (PT Intan Digital,red), perusahaan baru, “kata Ali Munim.

Sedangkan Sutarja, mengaku hanya bertugas mengecek administrasi laporan. Karena sudah ada bukti-bukti administratif dan laporan sudah ditandangani petugas lain, dia kemudian menandatangani berkas laporan itu. Sebelum tandatangan, Sutarja mengaku sempat bertanya langsung ke Sunartis terkait pelaksanaan kegiatan itu.

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri, Krisna Setiawan dan Sunartis, mantan Kabid PIP, ditahan Kejari Kabupaten Kediri karena dugaan pelaksanaan proyek PIP fiktif tahun 2019. Pada laporan proyek itu, umumnya penyebaran informasi dalam bentuk wayang kulit, ketoprak, dangdut, dan keramaian lain, yang dilaksanakan di sejumlah desa. Kini, kasus ini masih dalam  persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *