Pemkot Minta Warga ‘Mengikhlaskan’ Tanah yang ‘Diserobot’?

KEDIRI – Tanah seluas sekitar 950 m2 di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang diduga terserobot atau diserobot proyek normalisasi Kali Putih, diminta diikhlaskan oleh Pemkot Kediri, karena proyek itu dinilai sangat bermanfaat.

NORMALISASI SUNGAI : Proyek Normalisasi Kali Putih di Kelurahan Pojok, Kevaman Mojoroto, Kota Kediri

Informasi yang dikumpulkan kediri post, upaya meminta keikhlasan warga yang tanahnya yang katut  atau masuk area proyek itu, dilakukan dengan cara mengumpulkan warga sekitar di salah satu rumah warga, dihadiri perangkat desa, pemilik sertifikat atau keluarga pemilik sertifikat, ahli waris, dan sejumlah warga lain yang tanahnya tidak terkena dampak proyek, Senin (25/10/2021). “Warga yang tanahnya tidak kena proyek, jauh lebih banyak dibanding yang punya tanah. Mereka itu yang setuju untuk diikhlaskan. Kalau saya diam saja,”ujar Djaimin, salah satu pemilik lahan yang katut proyek, ditemuis usai pertemuan.

PATOK BATAS DARI BPN : Patok batas tanah dari BPN yan tepat berada di bibir kali, mepet dengan bangunan talud yang dibangun melalui prodamas 2015

Djaimin menjelaskan, dari 8 warga yang tanahnya diduga ‘diserobot’ proyek tersebut, hanya yang dihadiri langsung oleh pemegang sertifikat. “Kalau saya ya gak setuju diikhlaskan begitu saja, harus ada ganti rugi. Tapi ya bagaimana, wong dikeroyok orang banyak (saat pertemuan agar lahannya diikhlaskan,red),”kata Djaimin, yang dibenarkan Slamet, pemilik lahan yang lain.

PATOK BATAS PROYEK : Patok batas area proyek yang diduga menjorok sekitar 5 meter memasuki lahan warga

Berdasarkan bukti-bukti patok BPN dan patok proyek yang terpasang di lokasi, indikasi kemungkinan terjadinya dugaan penyerobotan lahan itu, memang cukup terbuka. Dua patok dari BPN dan patok baru yang dipasang proyek, memang patok proyek menjorok masuk sekitar 5 meter dari patok BPN.

Patok BPN tepat di bibir sungai yang lama. Hal itu juga diperkuat dengan bukti dibangunnya talud dari program Prodamas, tahun 2015, yang prasastinya tepat berdampingan dengan patok batas tanah warga dari BPN. (mam)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *