AO BPR Kota, Dituntut 5 Tahun

KEDIRI – Indra Hariyanto, mantan Account Offficer (AO) atau sales BPR Kota Kediri, dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pencairan kredit di BPR Kota Kediri. Berdasarkan fakta-fakta persidangan, JPU menilai Indra terbukti secara meyakinkan terlibat dalam kasus dugaan korupsi di BPR Kota Kediri itu. “Tuntutan 5 tahun,”ujar Nur Ngali SH, M.H, Kasi Pidsus Kejari Kota Kediri, sekaligus JPU kasus dugaan korupsi melalui kredit di BPR Kota Kediri.

DITUNTUT 5 TAHUN : Indra Harianto dan Ida Riyani, saat mengikuti sidang virtual kasus dugaan korupsi pencairan kredit BPR Kota Kediri  

Sementara itu, Ida Riyani, debitur BPR Kota Kediri, dituntut 4 tahun 6 bulan oleh JPU, atau 6 bulan lebih rendah dibanding Indra Hariyanto. Tuntutan JPU itu, disampaikan pada persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi melalui pencairan kredit BPR Kota Kediri  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (26/7/2021).

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi melalui pencairan kredit di BPR Kota Kediri itu, dilakukan melalui daring. Majelis hakim dan JPU di pengadilan Tipikor Surabaya, sedangkan dua terdakwa yaitu Indra Hariyanto dan Ida Riyani di Polres Kediri Kota. Karena keduanya ditahan di tahanan Mapolres Kediri Kota.

Saat ditanya apakah dalam kasus dugaan korupsi di BPR Kota Kediri itu ada tersangka baru, selain Indra Hariyanto dan Ida Riyani? JPU Nur Ngali mengatakan belum ada tersangka baru. “Belum,”ujarnya.

Seperti diberitakan, Indra Hariyanto, mantan AO BPR Kota Kediri dan Ida Riyani, debitur, dijerat pasal dugaan korupsi pada pencairan kredit jumbo Rp 600 juta di BPR Kota Kediri. Dokumen-dokumen pengajuan kredit diduga dipalsukan. Selama masa kredit berlangsung, kredit Rp 600 juta itu disebut-sebut belum pernah sama sekali diangsur. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *