Minta Kepala Dinas PU dan Sekda Jadi Saksi

Bisa Jadi Saksi Kunci, tapi Jaksa ‘Menolak’

KEDIRI – Tjahjo Widjojo alias Ayong, komisaris PT. Surya Graha Sejahtera (SGS), terdakwa kasus dugaan korupsi proyek jembatan Brawijaya, meminta agar JPU menghadirkan  Ir. Budi Siswantoro, mantan Kepala Dinas PU Kota Kediri dan Agus Wahyudi, mantan Sekda Kota Kediri, sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi itu.

TJAHJO WIDJOJO ALIAS AYONG : lomisaris PT. SGS, terdakwa kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya
:

Sebab, mereka dinilai  banyak mengetahui proses munculnya proyek Jembatan Brawijaya dan dinilai Ayong sebagai saksi kunci untuk mengurai proyek Jembatan Brawijaya. Apalagi, awalnya yang menawari Ayong proyek Jembatan Brawijaya adalah Budi Siswantoro. “Kuncinya dia (Budi Siswantoro,red). Di BAP juga ada keterangannya,”ujar Ayong, di hadapan persidangan, Kamis (1/7/2021).

Namun, permintaan Ayong untuk menghadirkan Budi Siswantoro dan Agus Wahyudi itu, langsung ditolak oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Alasannya, JPU merasa saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan sudah cukup. JPU berencana menghadirkan saksi ahli pada persidangan berikutnya. “Sudah cukup yang mulia (majelis hakim,red),”kata JPU.

Ditemui usai menjalani persidangan, Ayong menjelaskan Budi Siswantoro dan Agus Wahyudi belum pernah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan, setidaknya selama Ayong menjadi terdakwa. Padahal isu yang dia dengar, di antara mereka sudah ada yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi jembatan Brawijaya ini. “Mereka tidak pernah dihadirkan di persidangan,”kata Ayong.

Pada persidangan lanjutan dugaan korupsi proyek Jembatan Brawijaya ini (1/7/2021) ini, dengan terdakwa mantan Walikota Kediri dr. Samsul Ashar dan Tjahjo Widjojo alias Ayong, JPU menghadirkan beberapa saksi antara lain dua mantan ajuan Walikota dr. Samsul Ashar, yatu Hendrik dan Amarin, mantan Kepala DPU Kasenan, konsultan perencana Nugroho, dan adik kandung dr. Samsul Ashar, Novi. Untuk dr.Samsul Ashar didampingi Penasehat Hukum (PH) Eko Budiono SH. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *