Mas Dhito Hadiri Pembekalan Satgas Covid LDII

Mas Dhito, Bupati Kediri saat memberikan sambutan dalam pembekalan Satgas Covid LDII Kabupaten Kediri

Kediri- Perkembangan Covid-19 yang tidak kunjung usai, menjadi perhatian tersendiri bagi Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kediri. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam pencegahan Covid-19, DPD LDII Kabupaten Kediri telah membentuk Satgas Covid-19. Pembekalan Satgas dan warga LDII Kabupaten Kediri yang tersebar di 360 titik kumpul, dihadiri langsung oleh Bupati Kediri secara virtual, Sabtu (26/6).

Menurut Mas Dhito, Bupati Kediri, bahwa perkembangan covid-19 di Kabupaten Kediri selama dua pekan ini terus melonjak tajam, rumah sakit yang diperuntukan pasien covid telah penuh, penambahan bed pada rumah sakit bukan menjadi solusi. Oleh karena itu pemerintah daerah terus berupaya melakukan pencegahan dengan memberlakukan jam malam, sebab banyak dari pasien covid dari klaster café dan keluarga.

“Saya harus ngomong apa adanya agar masyarakat waspada bahwa perkembangan covid-19 di Kabupaten Kediri selama dua pekan ini terus melonjak tajam, rumah sakit yang diperuntukan pasien covid telah penuh, penambahan bed pada rumah sakit bukan menjadi solusi oleh karena itu pemerintah daerah terus berupaya melakukan pencegahan dengan memberlakukan jam malam, sebab banyak dari pasien covid dari klaster café dan keluarga.,” ujarnya.

Pembekalan Satgas Covid-19 LDII Kabupaten Kediri

Mas Dhito mengaku kalau saat ini ada dua desa kemungkinan akan dilakukan mikro lockdown karena ada klaster virus dari Bangkalan. Sebagaimana di ketahui bahwa varian delta ini hanya butuh satu menit untuk menyebar.

“ Saya berharap Kabupaten Kediri tidak terjadi kolaps, sebab saat ini sudah ada beberap daerah yang mengalami hal tersebut,” Imbuhnya.

Mas Dhito juga memberi kabar gembira kalau tenaga medis dan guru telah mendapatkan vaksin 100 persen dan serapan vaksin di kabupaten Kediri ini tiga terbaik di Provinsi Jawa Timur. “ Saya mewanti-wanti agar terus mematuhi protokol kesehatan, dan berharap tahun 2022 herd imunity benar-benar terbentuk,” terangnya.

Dewan Penasihat LDII Kediri, Drs. H. Sunarto, M.Si, menghimbau kepada warga LDII agar menyambut baik pada kebijakan pemerintah terkait pencegahan covid-19, sebagaimana petunjuk dari Wanhatpus, para ulama dan DPP LDII, karena bagi warga LDII kesehatan lebih berharga daripada pangkat maupun kekayaan yang dimiliki.

“Saya selaku Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Kediri menghimbau warga LDII agar menyambut baik kebijakan pemerintah terkait dengan upaya pencegahan covid-19 sebagaimana petunjuk dari Wanhatpus, para ulama dan DPP LDII, karena bagi kita kesehatan lebih berharga daripada pangkat maupun kekayaan yang dimiliki,” kata Drs. H. Sunarto, M.Si.

Drs. Sunarto, M.Si, juga menambahkan bahwa syarat kelancaran ibadah adalah sehat, maka perlu benar-benar mewujudkan kesehatan pada masing-masing warga LDII, dan harapannya kepada ketua DPD LDII Kabupaten Kediri yang notabenenya adalah seorang dokter dapat menghimbau warga LDII agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan.

Untuk diketahui pada pembekalan satgas covid-19 dengan tema Upaya Hidup Sehat di Masa Pandemi Covid 19, di isi oleh dokter Agus Sukisno. Beliau menekankan agar , banyak berdoa perlindungan pada Allah, Prokes 5 M, lakukan Vaksinasi covid 19, menjaga daya tahan atau imun dengan cara makan minum yang cukup , istirahat cukup /tidur yang berkualitas , hindari stress pikiran dan fisik atau badan , berjemur. Bagi warga LDII yang kena covid agar bersikap tenang banyak doa perlindungan dan keselamaatn, tidak usah panik, perhatikan gejala yang muncul segera atasi sendiri atau ke dokter atau petugas kesehatan bisa minta bantuan satgas covid, tetep prokes 5 M, Nekat (Meningkatkan daya tahan  makan minum cukup  vitamin ) dan  berjemur.

“Apapun yang terjadi selama maksimal 14 hari kok bisa bertahan baik dengan gejala atau tidak maka virus covid akan hilang sendiri, di tubuh kita sudah muncul antibody terhadap virus itu sendiri,kita harus punya ilmu Nekat” tambah Agus Sukisno yang sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Umum Pare Kediri.(ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *