Korupsi Jembatan, akan Ada Tersangka Baru?

KEDIRI – Widiyanto, mantan direktur PT Surya Graha Semesta (SMS), salah satu saksi pada sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya, Kamis (10/6/2021) diminta untuk disidik oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) oleh majelis hakim, setelah kesaksiannya di hadapan persidangan dinilai majelis hakim mbulet, tidak sinkron, dan tidak benar, antara lain dengan menjawa tidak tahu.. tidak tahu… “Tolong, dia (Widiyanto,red) disidik. Keluarkan surat penetapan,”ujar  ketua Majelis Hakim yang menyidangkan terdakwa mantan Walikota dr. Samsul Ashar dan Komisaris PT Surya Graha Semesta (SGS) Tjahjo Widjojo alias Ayong.

AKAN DISIDIK JAKSA : Widiyanto saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (10/6/2021)

Sebelum meminta JPU melakukan penyidikan ke saksi Widiyanto, sebenarnya hakim sudah berkali-kali mengingatkan agar dia memberikan keterangan yang benar, tidak berbohong. Karena dia sudah disumpah. Jika memberikan keterangan tidak benar, ada konsekwensinya.  Widiyanto berkali-kali mengaku tidak tahu saat ditanya majelis hakim, JPU, maupun Penasehat Hukum (PH). Sehingga kadang memicu tertawaan serentak dan spontan para pengunjung  sidang, geeerrrr….haaa…haaaa

Saat memberikan keterangan terkait uang yang diberikan ke dr. Samsul Ashar misalnya,  Widiyanto mengaku berkali-kali hanya bertugas mengirimkan bungkusan ‘paket’ ke dr. Samsul Ashar. Dia selalu mengirimkan paket ke klinik dan diserahkan ke orang yang ada di klinik. Tapi Widiyanto mengaku tidak tahu apa isi paket itu, siapa yang diserahi, orang yang diserahi paket itu bertugas di bagian apa, dan sebagainya. “Saya tidak tahu. Karena saya menerimanya sudah terbungkus, hanya menyerahkan,”jawabnya.

Saat dikejar pertanyaan, masak tidak tahu kalau isinya uang? Bagaimana kalau yang diserahi ternyata pengunjung klinik? Lalu dia pergi begitu saja? Terus uangnya dibawa lari?  Bagaimana Widiyanto tahu bahwa paket itu sampai ke tangan dr. Samsul Ashar? “Saya yakin Pak,”kata Widiyanto, yang langsung disambut  geerrr…. para pengunjung sidang. “Tidak ada komplain,”tanbah Widiyanto.

Sedangkan Ayong, menjelaskan paket uang ke dr. Samsul Ashar itu diberikan berdasarkan permintaan Widiyanto, termasuk berapa jumlahnya, sesuai permintaan Widiyanto. Karena Ayong tidak berhubungan langsung dengan dr. Samsul Ashar. “Sebelum dibungkus, dihitung  bersama, termasuk dia (Widiyanto,red) ikut,”kata Ayong, yang dibenarkan oleh Evi Lisayani, saksi lain dari PT. SGS.

Sementara itu, Eko Budiono SH, Penasehat Hukum (PH) dr. Samsul Ashar, ditemui usai persidangan mengatakan kliennya mengaku tidak pernah menerima paket dari Widiyanto yang diduga berisi uang itu. “Makanya, klien kami tidak mau menanggapi ,”kata Eko. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *