Kursi Wawali, Tidak akan Diisi?

KEDIRI – Kekosongan Wakil Walikota (Wawali) Kediri yang ditinggalkan (alm) Hj. Lilik Muhibah, masih menjadi teka-teki besar, apakah akan diisi atau tidak. Sebab, hingga sekarang belum ada tanda-tanda Wawali akan segera diisi. Jika tidak diisi, para politisi yang sudah kebelet untuk memproses dan mengisi jabatan  Wawali itu, akan menerima kenyataan hampa. Meskipun, Tatib pemilihan Wawali sudah selesai dibuat Pansus DPRD Kota Kediri.

TUNGGU DPP : Abdul Bagi, ketua MPP DPP PAN Kota Kediri

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPD PAN Kota Kediri, Abdul Bagi, saat ditemui kediripost mengaku pihaknya tidak bisa melangkah begitu saja melampaui kewenangan DPP terkait pengisian kekosongan Wawali Kediri. Pihaknya tidak mungkin melangkah sendiri tanpa perintah DPP. Kini, pihaknya lebih bersifat menunggu instruksi DPP. “Bukan hanya Kota Kediri. Se-Indonesia, apa berani to melangkah sendiri? Semua yang menentukan DPP,”ujar Bagi, ditemui di kantor DPD PAN, Jl. Halim Perdana Kusuma.

Bagi menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan ke DPP bahwa di internal DPD PAN bahwa sudah ada dua kader yang memiliki ‘syahwat’ politik untuk mengisi kekosongan Wawali itu, yaitu Agus Puji Hadi dan Reza Darmawan. Tetapi DPP meminta agar kader PAN lebih fokus untuk banyak bekerja di bawah agar pada Pemilu mendatang bisa mendapatkan suara sebanyak-banyaknya. “DPP meminta seluruh kader agar bekerja keras untuk mendapatkan suara sebanyak mungkin,”tandas Bagi.

Saat ditanya kepastian kemungkinan kursi Wawali akan diisi atau tidak? Atau kemungkinan kapan diisi, jika diisi? Bagi tidak berani memberikan kepastian. Sebab, semuanya tergantung kepada DPP dan DPP yang menentukan. “Kami tidak mungkin berani melampaui kewenangan DPP. Kita patuh pada DPP,”katanya.

Sementara itu, ketua DPD Partai NasDem Kota Kediri, H. Nafis Kurtubi, saat dihubungi melalui saluran WhatsApp, juga mengakui belum ada perkembangan apapun terkait kemungkinan diisi atau tidak diisinya kursi Wawali, atau kapan akan diisi, jika kursi Wawali akan diisi. “Belum” kata Nafis. (mam)

Co Mayor Chair, Won’t Be Filled?

KEDIRI – The vacancy of the Deputy Mayor (Wawali) of Kediri who was left behind (late) Hj. Lilik Muhibah, is still a big puzzle, whether to be filled or not. Because, until now there has been no sign that the Vice Mayor will be filled soon. If it is not filled, the politicians who are desperate to process and fill the position of Wawali, will accept the empty reality. Although, the Wawali election procedure has been completed by the Kediri City DPRD Special Committee.
Chairman of the Party Advisory Council (MPP) of the Kediri City PAN DPD, Abdul Bagi, when met by Kediripost admitted that his party could not simply go beyond the authority of the DPP regarding filling the vacancy of the Kediri Vice Mayor. It is impossible for them to move on their own without the DPP’s order. Now, it is more waiting for the DPP’s instructions. “It’s not just the City of Kediri. In Indonesia, do you dare to go your own way? All who determine the DPP, “said Bagi, met at the DPD PAN office, Jl. Halim Perdana Kusuma.
To explain, his party has reported to the DPP that internally DPD PAN that there are already two cadres who have a political ‘passion’ to fill the vacancy of the Deputy Mayor, namely Agus Puji Hadi and Reza Darmawan. However, the DPP asked PAN cadres to focus more on working under so that in the upcoming elections they could get as many votes as possible. “DPP asks all cadres to work hard to get as many votes as possible,” said Bagi.
When asked about the possibility of the Wawali seat being filled or not? Or the possibility when filled, if filled? For not daring to give certainty. Because, everything depends on the DPP and DPP to determine. “We cannot possibly dare to exceed the authority of the DPP. We obey the DPP,” he said.
Meanwhile, the chairman of the Kediri NasDem Party DPD, H. Nafis Kurtubi, when contacted via the WhatsApp channel, also admitted that there had been no developments regarding the possibility of the Wawali seat being filled or not, or when it would be filled, if the Wawali seat would be filled. “Not yet,” said Nafis. (mom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *