Sekolah Tatap Muka Menunggu Vaksinasi

Tenaga Media 6.000, Vaksin Baru 2.400

KEDIRI – Sekolah tatap muka di Kabupaten Kediri, belum ada kepastian kapan akan dimulai. Pemkab Kediri masih menunggu kecukupan vaksin untuk para tenaga pengajar atau guru. Jika seluruh tenaga pengajar sudah divaksin, maka sekolah tatap muka akan dimulai. Tenaga medis dan tenaga pengajar merupakan salah satu yang menjadi prioritas vaksinasi. Karena setiap hari bersentuhan langsung dengan banyak orang.

MENUNGGU VAKSINASI TUNTAS : Bupati Kediri Dhito Himawan Pramana di dampingi Wakil Buoati Dewi Maria Ulfa, saat memberi keterangan pers usai sertijab

“Persoalannya, vaksin yang masuk ke Kabupaten Kediri sejauh ini baru 2400 vaksin. Untuk tenaga medis saja, jumlah itu masih sangat kurang. Karena jumlah tenaga media di Kabupaten Kediri mencapai sekitar 6.000 orang. Jika nanti terdistribusi 2.000 vaksin lagi, juga masih kurang. Itupun baru tahap pertama,”ujar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana alias Dhito, usai serah terima jabatan, Rabu (3/2/2021) d ruang Graha Sabha Canda Bhrirawa.  

Sementara di lapangan, informasi yang dikumpulkan Kediripost.co.id, vaksinasi di Kabupaten Kediri sudah menyentuh bukan hanya para tenaga media, tetapi sebagian para pengajar, anggota DPRD, sebagian ASN, dan beberapa elemen lain sudah mulai dilakukan vaksinasi.  

Sedangkan para siswa, Dhito menyebut masih belum menjadi prioritas untuk dilakukan vaksinasi. Karena anak kecil lebih sulit tertular Covid-19. “Untuk menuju ke sekolah tatap muka, yang diutamakan vaksin untuk tenaga pengajar dulu,”tandas Dhito.

Dhito menyebut, prioritas progran kerjanya untuk sementara ini adalah pengendalian covid-19 dulu. Sebab, Kabupaten Kediri sekarang ini statusnya masih oranye, harus menuju ke hijau. Jika sudah terkendali, akan memasuki ke penanganan ekonomi. “Sekarang ini banyak pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang mengeluhkan omsetnya turun drastis. Saya ingin ini nanti kita genjot,”ujar Dhito. (mam)

Face-to-Face School Waiting for Vaccination

6,000 Media Personnel, 2,400 New Vaccines

KEDIRI – Face-to-face school in Kediri Regency, there is no certainty when it will start. Kediri regency government is still waiting for sufficient vaccines for teaching staff or teachers. If all teaching staff have been vaccinated, face-to-face schooling will begin. Medical personnel and teaching staff are among the priorities for vaccination. Because in direct contact with many people.
“The problem is, the vaccines that have entered Kediri Regency so far are only 2400 vaccines. For medical personnel alone, that number is still very low. Because the number of media personnel in Kediri Regency reaches around 6,000 people. If 2,000 vaccines will be distributed later, it is still lacking. That is only the first stage, ”said the Regent of Kediri, Hanindhito Himawan Pramana alias Dhito, after the handover of office, Wednesday (3/2/2021) in the Graha Sabha Canda Bhrirawa room.
While in the field, the information collected by Kediripost.co.id shows that vaccination in Kediri Regency has touched not only media personnel, but some teachers, DPRD members, some ASN, and several other elements have started vaccination.
Meanwhile, the students, Dhito said, were still not a priority for vaccination. Because small children are more difficult to contract Covid-19. “To go to a face-to-face school, vaccines are prioritized for teaching staff,” said Dhito.
Dhito said, the priority for his work program for the time being was controlling Covid-19 first. Because, Kediri Regency is currently still orange, it must go green. If it is under control, it will enter into handling the economy. “Currently, there are many street vendors and MSME players who complain that their turnover has dropped drastically. I want this to be boosted later, “said Dhito. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *