Bagus Alit Sekda, Sebagian Pejabat Was-Was

 

KEDIRI – Bagus Alit, Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri, akhirnya dilantik oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) menggantikan Budwi Sunu yang pensiun, Senin (1 / 3/2021) di ruang Joyoboyo Pemkot Kediri.

PELANTIKAN SEKDA BARU: Walikota Abdullah Abu Bakar saat melantik Bagus Alit sebagai Sekda Kota di ruang Joyoboyo, Senin (1/3/2021)

Dalam sambutannya, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menekankan agar Sekda yang baru membangun koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang baik kepada seluruh OPD dan stakeholder, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi itu penting untuk mensinergikan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab. “Saya yakin, keberhasilan dan kesuksesan diraih dengan kerja keras dan kerja sama yang baik. Ciptakan kerja yang nyaman dan produktif. Kita sebagai pelayan masyarakat harus memberikan dampak yang positif,”kata Mas Abu, sebagaimana dilansir surya.co.id

Di sisi lain, pelantikan Bagus Alit sebagai Sekda Kota Kediri itu, memunculkan kekurangyakinan dan was-was pada sebagian pejabat di lingkungan Pemkot Kediri. Beberapa pejabat yang menghubungi dan dihubungi kediripost, ada beberapa di antara mereka yang menyebut tidak yakin dengan kinerja Bagus Alit, khususnya terkait persoalan dengan Aparat Penegak Hukum (APH). “Lha iya… apa bisa Bagus Alit komunikasi dengan APH. Sekarang banyak dinas yang sedang diperiksa APH. Repot sekarang,”ujar salah seorang pejabat di salah satu dinas.

Namun, ada juga yang menyebut jabatan Sekda yang disandang Bagus Alit memang sudah rejekinya dia. Karena sebelumnya, banyak orang yang menginginkan jabatan Sekda itu. Dia sendiri tidak mau tahu siapa yang jadi Sekda. Toh dia tetap tidak akan berubah apa-apa, tidak ada pengaruhnya. “Ya itu sudah rejekinya Bagus. Memang mestinya, Sekda itu bisa komunikasi dan lobi luar dan dalam,”katanya.

Kalau kinerja di dalam dinasnya sendiri, dia menilai Bagus memang baik, relatif tidak ada masalah. Tapi komunikasi dengan orang luar, Bagus kurang dikenal. “Dia (Bagus,red) memang pekerja yang baik dan disiplin. Tapi komunikasi dengan APH, ini yang banyak jadi greneng-grenengan orang,”tambahnya. (mam)   

Bagus Alit Sekda, Some Officials be Worry  

KEDIRI – Bagus Alit, Head of the Regional Asset Management and Revenue Agency (BPPKAD) Kediri, was finally appointed by the Mayor of Kediri, Abdullah Abu Bakar, as Regional Secretary (Sekda) replacing the retired Budwi Sunu, Monday (1 / 3/2021) at Joyoboyo Room Kediri City Government.
In his remarks, Mayor of Kediri Abdullah Abu Bakar emphasized that the new Regional Secretary should build good coordination, communication and collaboration with all OPDs and stakeholders, both internal and external. Collaboration is important to synergize the tasks that are responsible. “I believe success and success will be achieved with hard work and good cooperation. Create a comfortable and productive work. We as public servants must have a positive impact, “said Mas Abu, as reported by surya.co.id
On the other hand, the inauguration of Bagus Alit as Regional Secretary of Kediri City raises a lack of confidence and anxiety among some officials within the Kediri City Government. Some of the officials who contacted and were contacted by the Kediripost, some of them said they were unsure of Bagus Alit’s performance, especially regarding problems with Law Enforcement Officials (APH). “Yes, yes… can Bagus Alit communicate with APH. Now there are many agencies that are being examined by APH. It’s troublesome now, ”said an official at an agency.
However, there are also those who say that the position of Sekda which is carried by Bagus Alit is indeed his fortune. Because previously, many people wanted the position of Sekda. He himself did not want to know who was the regional secretary. After all, he still wouldn’t change anything, there was no effect. “Yes, it’s good luck. Indeed, the Regional Secretary should be able to communicate and lobby both inside and out, ”he said.
As for the performance within the agency itself, he considered that Bagus was indeed good, there was relatively no problem. But communication with outsiders, Bagus is not well known. “He (Bagus, ed) is indeed a good and disciplined worker. But communication with APH is what makes a lot of people happy, “he added. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *