Jasa Tirta Minggiran ‘Disegel’ Warga

Minta Bagian Hasil Lelang untuk Fasilitas Umum

KEDIRI –  Gudang PT Jasa Tirta Energi di Jl. Kediri-Kertosono, Desa Minggiran, Kecamatan Papar, kemarin ‘disegel’ sejumlah warga. Mereka menuntut agar warga diberi bagian sekitar 15 persen hasil lelang besi tua di gudang itu. Sebab, selama ini masyarakat sekitar tidak merasakan ada manfaat atau bantuan dari PT Jasa Tirta itu berada di lokasi itu, Senin (1/3/2021).

Penyegelan itu, dilakukan dengan cara mengunci pintu gerbang masuk ke lokasi gudang dan menempel tulisan di atas kertas yang berbunyi ‘Proyek Ini Disegel Wong Minggiran’ kemudian ditinggal pergi. Meski demikian, mereka masih menyisikan pintu sekitar 1 meter untuk keluar masuk motor pekerja di dalamnya. Namun, kendaraan roda empat atau lebih tidak bisa masuk dan terpaksa pakir di luar gerbang.

BONGKAR PAKSA : Karyawan Jasa Tirta saat membongkar paksa gembok pagar

Penyegelan itu sendiri hanya berlangsung sekitar 2 jam, antara pukul 10.00 sampai 12.00. Sebab, pada jam 12.00 kunci gerbang itu dibuka paksa oleh sejumlah karyawan Jasa Tirta.  

Purwanto, salah seorang warga ikut menyegel, menjelaskan warga meminta sebagian 15 persen hasil lelang itu karena selama ini tidak ada bantuan yang dirasakan warga. Selain itu, tidak ada satu pun warga sekitar yang diambil untuk bekerja di Jasa Tirta Minggiran. “Semuanya yang bekerja orang luar (Minggiran,red),”ujarnya.

Sementara itu, Mujiono, salah seorang warga, menjelaskan jika nanti warga memang diberi bagian dari hasil lelang itu, uangnya rencananya akan digunakan untuk fasilitas warga, antara lain kereta pangrukti lelayon atau keranda mayat dan dua balai pertemuan warga. “Kebetulan, ada dua dusun di Desa Minggiran ini yang belum memiliki balai pertemuan warga. Ini sama sekali bukan kepentingan pribadi,”tandasnya.

Mujiono berharap, jika Jasa Tirta benar-benar memberikan bantuan dari hasil lelang itu, siapapun yang menangani, benar-benar akan diwujudkan untuk fasilitas warga. “Nilai lelangnya mencapai sekitar Rp 2,5 miliar,”tambahnya.

Sementara itu, pimpinan Jasa Tirta di Kediri, Yunus, hingga berita ini ditulis, belum memberikan konfirmasi. Beberapa pegawai di kompleks Jasa Tirta itu, mengaku tidak berani memberi keterangan. Yunus sendiri masih dalam posisi di Malang. “Pak Yunus di Malang Mas,”katanya. (mam)   

Jasa Tirta Minggiran “Sealed” by Residents

Request Auction Result Section for Public Facilities

KEDIRI – PT Jasa Tirta Energi’s warehouse on Jl. Kediri-Kertosono, Minggiran Village, Papar District, yesterday “sealed” a number of residents. They demanded that residents be given a share of about 15 percent of the scrap metal auction at the warehouse. This is because so far the surrounding community has not felt any benefit or assistance from PT Jasa Tirta being in that location.
The sealing was done by locking the entrance gate to the warehouse location and pasting the writing on the paper which reads “This Project is Sealed by Wong Minggiran” and then left. However, they still set aside the door about 1 meter to get in and out of the motorbikes of the workers inside. However, four or more wheeled vehicles cannot enter and are forced to park outside the gate. The sealing itself only lasted for about 2 hours, between 10am and 12pm. This is because at 12.00 the gate lock was forcibly opened by a number of Jasa Tirta employees.
Purwanto, one of the residents who participated in the sealing, explained that the residents asked for some 15 percent of the proceeds from the auction because so far they had not felt any assistance. In addition, not a single local resident was taken to work at Jasa Tirta Minggiran. “Everyone who works outside (Minggiran, red),” he said.
Meanwhile, Mujiono, one of the residents, explained that if the residents are indeed given a share of the proceeds from the auction, the money is planned to be used for residents’ facilities, including the pangrukti lelayon train or corpse coffin and two community meeting halls. “Incidentally, there are two hamlets in Minggiran Village that do not yet have a community meeting hall. This is not personal interest at all, “he said.
Mujiono hopes, if Jasa Tirta really provides assistance from the proceeds of the auction, whoever is handling it, it will actually be realized for the facilities of the residents. “The auction value reaches around Rp 2.5 billion,” he added.
Meanwhile, the head of Jasa Tirta in Kediri, Yunus, until this news was written, has not confirmed it. Several employees at the Jasa Tirta complex admitted that they did not have the courage to provide information. Yunus himself is still in a position in Malang. “Pak Yunus in Malang Mas,” he said. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *