Kasus Buku SDN, Belum Ada Tersangka

KEDIRI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kediri, menaikkan status laporan dugaan korupsi pengadaan buku perpustakaan SDN se-Kota Kediri oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri dari penyelidikan ke penyidikan. Tetapi, Kejari belum menetapkan siapa tersangka pada kasus ini. “Statusnya sudah naik menjadi penyidikan, tapi kita belum menetapkan tersangka,”ujar Zalmianto Agung Saputra SH, Kasi Intel Kejari Kediri.

BELUM ADA TERSANGKA : Tim Kejaksaan Negeri Kota Kediri saat menggeledah kantor distributor buku Intan Paeiwara di Desa Doko, Kecamatan Ngasem (16/2/2021)

Seperti diberitakan, kasus dugaan korupsi pengadaan buku perpustakaan SDN oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri tahun 2018, sedang diperiksa oleh Kejari Kediri. Nilai proyek itu Rp 906 juta lebih. Prediksi sementara, kerugian negara sekitar Rp 350 juta. Diduga, proyek ini ada permainan, karena bendera CV. Surya Edukasi sebagai pemenang tender, ternyata hanya dipinjam benderanya. Selain itu, buku yang dikirim ke Dinas Pendidikan ternyata masih kurang 1 e   

Untuk menetapkan siapa tersangka dalam kasus proyek buku ini, Kejari masih terus memeriksa  saksi-saksi kembali. Mereka yang diperiksa saat kasus ini masih berstatus penyelidikan, diperiksa kembali dalam status penyidikan.

Selain itu, Kerjari juga masih menunggu hasil penghitungan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tentang jumlah pasti berapa kerugian negara yang timbul pada proyek pengadaan buku SDN itu. “Kasih masih menunggu hasil pemeriksaan BPKP dan memeriksa lagi saksi-saksi,”tandas Zalmianto.  (mam)

SDN Book Case, No Yet Suspects

KEDIRI – The Kediri District Attorney (Kejari), raised the status of the report on alleged corruption in the procurement of SDN library books in Kediri City by the Kediri City Education Office from investigation to investigation. However, the Prosecutor’s Office has not yet determined who the suspect is in this case. “The status has risen to investigation, but we have not yet named a suspect,” said Zalmianto Agung Saputra SH, Head of Intelligence Section at the Kediri Kejari.
As reported, the case of alleged corruption in the procurement of SDN library books by the Kediri City Education Office in 2018 is being investigated by the Kediri Prosecutor’s Office. The project value is more than Rp 906 million. Provisional prediction, state losses of around Rp 350 million. Allegedly, this project has a game, because the CV. Surya Edukasi, who won the tender, only borrowed the flag. In addition, there are not enough books sent to the Education Office 1 e
To determine who is the suspect in the case of this book project, the AGO is still continuing to examine witnesses again. Those who were questioned while this case was still in the status of an investigation, were re-examined in an investigation status.
In addition, Kerjaari is also still waiting for the results of calculations from the Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) regarding the exact amount of state losses incurred in the SDN book procurement project. “Kasih is still waiting for the results of the BPKP examination and again examining witnesses,” said Zalmianto. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *