Uang Mengalir ke Dinas dan Sekolah?

Kejaksaan Geledah Kantor Intan Pariwara

KEDIRI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri terus menindaklanjuti dugaan korupsi pengadaan buku di seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) tahun 2018 di Dinas Pendidikan Kota Kediri. Tim Kejari menggeledah kantor penerbit Intan Pariwara di Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Senin (15/2/2021) selama sekitar 3 jam. Penerbit Intan Pariwara, merupakan pelaksana pengadaan buku SD, yang di dalam tender Layanan Pengadaan System Elektronik (LPSE)  dimenangkan oleh CV. Surya Edukasi (SE), Wonosari, Gunung Kidul, Yogjakarta.  

DIGELEDAH : Kantor Intan Pariwara saat digeledah Kejaksaan Negeri Kota Kediri

Saat penggeledahan, muncul isu bahwa ada perjanjian rabat yang disalurkan ke Dinas Pendidikan dan ke  SDN penerima proyek dengan prosentase tertentu. Sehingga, rabat atau keuntungan dari pengadaan buku perpustakaan SDN itu, tidak seluruhnya masuk ke penerbit, tetapi diduga juga mengalir ke dinas dan ke sekolah. “Ya, memang ada rabat yang dibagi,”ujar salah seorang staf di kantor Intan Pariwara Kediri.

BELUM TETAPKAN TERSANGKA : Zalmianto, Kasi Intel Kejari Kediri saat memberi keterangan pers di lokasi penggeledahan

Seperti diberitakan, Kejaksaan sedang menyidik dugaan korupsi pada proyek pengadaan buku perpustakan SDN se-Kota Kediri tahun 2018 dengan nilai Rp 906 juta lebih. Prediksi sementara, kerugian Negara sekitar Rp 350 juta atau sekitar 33 persen dari nilai proyek. CV. Surya Edukasi, Yogjakarta, diindikasikan hanya dipinjam CV.nya untuk proyek itu.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Zalmianto Agung Saputra SH, menjelaskan pada penggeledahan ini pihaknya menyita sejumlah tambahan barang bukti, antara lain berita acara serah terima barang, berita acara pengiriman barang, rekening, kwitansi, handphone, sejumlah berkas lain yang dinilai mendukung terhadap penyidikan ini. “Lumayan banyak dokumen yang disita,”ujar Zalmianto.

Zalmianto menjelaskan, CV. Surya Edukasi pada praktiknya hanya menandatangani kontrak saja. Sementara untuk pelaksanaannya dilakukan oleh  Intan Pariwara. Hanya saja, dalam kasus ini Kejari belum menetapkan siapa tersangka. “Ya pasti nanti akan menuju ke sana (penetapan tersangka,red). Ini kan menuju ke penyidikan,”tandas Zalmianto. (mam)

Money Flows to Dinas and School?

The Prosecutor’s Office searched the Intan Pariwara Office

KEDIRI – Kediri City Public Prosecutor’s Office (Kejari) continues to follow up on allegations of corruption in the procurement of books in all State Elementary Schools (SDN) in 2018 at the Kediri City Education Office. The Kejari team searched the Intan Pariwara publisher’s office in Doko Village, Ngasem District, Monday (15/2/2021) for about 3 hours. Publisher Intan Pariwara, is the organizer of the procurement of SD books, which in the tender for the Electronic System Procurement Service (LPSE) was won by CV. Surya Edukasi (SE), Wonosari, Gunung Kidul, Yogjakarta.
During the search, an issue emerged that there was a rebate agreement that was channeled to the Education Office and to SDNs who received the project at a certain percentage. Thus, not all of the rebates or profits from the procurement of SDN library books go to the publisher, but it is suspected that they also flow to the office and to schools. “Yes, there is a shared rebate,” said a staff member at the Intan Pariwara Kediri office.
As reported, the Attorney General’s Office is investigating allegations of corruption in the 2018 SDN library book procurement project with a value of more than Rp 906 million. The provisional prediction is that the State’s loss is around Rp. 350 million or about 33 percent of the project value. CV. Surya Edukasi, Yogjakarta, indicated that he only borrowed his CV for the project.
Kasi Intel at the Kediri City State Prosecutor’s Office, Zalmianto Agung Saputra SH, explained that during this search, his party had confiscated a number of additional evidence, including an official report on the handover of goods, an official report on the delivery of goods, accounts, receipts, cellphones, a number of other files that were considered to be supportive of the investigation. this. “Quite a few documents were confiscated,” said Zalmianto.
Zalmianto explained, in practice CV. Surya Edukasi only signs a contract. Meanwhile, the implementation is carried out by  Intan Pariwara. However, in this case the Prosecutor’s Office has not yet determined who the suspect is. “Yes, we will definitely go there later (determination of the suspect, red). This leads to investigation, “said Zalmianto. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *