Lagi, Bantuan Tidak Tersalurkan ?

KEDIRI – Dugaan  adanya barang untuk bantuan masyarakat tidak tersalurkan, kembali ditemukan di Kota Kediri. Sebelumnya, sejumlah barang bantuan dari masyarakat untuk Covid-19 melalui Pemkot Kediri, terlihat masih menumpuk di salah satu ruangan di kompleks balaikota dan belum tersalurkan ke masyarakat.

MENUMPUK : Sejumlah alat konfeksi yang kini masih menumpuk di Dinas Sosial

Kini, puluhan barang berupa mesin jahit, mesin obras, mesin deck, dan sejumlah barang yang masih terbungkus kardus, yang infonya merupakan alat-alat salon kecantikan, dan alat – alat lain, menumpuk di salah satu ruangan Kantor Dinas  Sosial Kota Kediri. Jika dilihat sekilas, barang-barang itu masih baru, karena sebagian besar masih terlihat terbungkus plastik. Hanya kondisinya tidak terawat, kotor, dan berdebu. Jumlahnya, untuk mesin jahit, mesin obras, dan mesin deck, sekitar 30 buah. Sedangkan barang di kardus ada sekitar 7 kardus besar.

Informasi sementara yang dikumpulkan kediripost, barang – barang itu merupakan bantuan dari Pemprov Jatim sekitar tahun 2016 an untuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka alih profesi, khususnya bagi warga di eks lokalisasi  Semampir dan warga lain yang terdampak pembubaran lokalisasi Semampir. Hanya saja, belum ada penjelasan dari Pemkot terkait barang-barang itu.

Beberapa warga warga di kawasan eks lokalisasi yang ditemui, mengaku mereka belum pernah menerima bantuan peralatan usaha konfeksi dari Dinas Sosial. Yang ada dari Dinas Koperasi dan UMKM berupa pelatihan konfeksi. Tetapi mesin perlengkapan konfeksi saat itu tidak diserahkan ke warga, hanya pinjam pakai untuk pelatihan. “Pokok saat itu tidak ada surat penyerahan bahwa barang itu diberikan ke warga,”ujar salah seorang warga Semampir yang menolak disebut namanya

Kini, alat-alat itu sebagian masih digunakan warga yang tergabung dalam koperasi ‘Wong Pitu’ untuk usaha konfeksi dan sebagian ditarik kembali ke Dinkop dan UMKM. “Kita sedang mengajukan surat agar barang yang dulu dipinjam pakai, bisa dihibahkan ke warga untuk usaha,”ujar Kemi, warga Semampir yang lain.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Triyono Kutut Purwanto, saat dihubungi melalui saluran whatsap, hanya dibaca dan tidak dijawab. Saat dihubungi melalui seluler, juga tidak diangkat. Sedangkan Kabag protokol dan komunikasi pimpinan, Apip Permana, yang berusaha membantu menghubungi Triyono Kutut, juga mengaku tidak diangkat. “Saya telepon belum diangkat,”kata Apip. (mam)

Again, Help Not Delivered?

KEDIRI – Alleged that goods for community assistance were not distributed, was again found in Kediri City. Previously, a number of relief items from the community for Covid-19 through the Kediri City Government, were seen still piled up in one of the rooms in the city hall complex and had not been distributed to the community.
Now, dozens of items in the form of sewing machines, overlock machines, deck machines, and a number of items still wrapped in cardboard, the information of which are beauty salon tools and other tools, have piled up in one of the rooms of the Kediri City Social Service Office. At first glance, these items are still new, because most of them are still wrapped in plastic. Only the condition is not maintained, dirty, and dusty. The total, for sewing machines, overlock machines, and deck machines, is around 30. Meanwhile, there are about 7 large boxes in the box.
The temporary information collected by the Kediripost shows that these items are assistance from the East Java Provincial Government around 2016 for community empowerment in the context of professional transfer, especially for residents in the former Semampir brothel and other residents affected by the dissolution of Semampir localization. It’s just that, there has been no explanation from the City Government regarding these items.
Some residents in the ex-lokalisasi area who were met admitted that they had never received any assistance for the confirmation business from the Social Service. What is available from the Cooperative and UMKM Office is in the form of confirmation training. But at that time, the machine for confectionery equipment was not handed over to the residents, only borrowed for training. “The point was that there was no handover letter stating that the goods were given to the residents,” said one Semampir resident who declined to be identified.
Now, some of these tools are still used by residents who are members of the ‘Wong Pitu’ cooperative for confection efforts and some are withdrawn to the Dinkop and UMKM. “We are submitting a letter so that goods that were previously borrowed can be donated to residents for business,” said Kemi, another Semampir resident.
Head of the Social Service for the City of Kediri, Triyono Kutut Purwanto, when contacted via the WhatsApp channel, only read and did not answer. When contacted via cellular, they also did not pick up. Meanwhile, the head of protocol and leadership communication, Apip Permana, who tried to help contact Triyono Kutut, also admitted that he was not appointed. “I have not answered the phone,” said Apip. (mam)
Selengkapnya tentang Lagi, Bantuan Tidak Tersalurkan ? KEDIRI – Dugaan adanya barang untuk bantuan masyarakat tidak tersalurkan, kembali ditemukan di Kota Kediri. Sebelumnya, sejumlah barang bantuan dari masyarakat untuk Covid-19 melalui Pemkot Kediri, terlihat masih menumpuk di salah satu ruangan di kompleks balaikota dan belum tersalurkan ke masyarakat. Kini, puluhan barang berupa mesin jahit, mesin obras, mesin deck, dan sejumlah barang yang masih terbungkus kardus, yang infonya merupakan alat-alat salon kecantikan, dan alat – alat lain, menumpuk di salah satu ruangan Kantor Dinas Sosial Kota Kediri. Jika dilihat sekilas, barang-barang itu masih baru, karena sebagian besar masih terlihat terbungkus plastik. Hanya kondisinya tidak terawat, kotor, dan berdebu. Jumlahnya, untuk mesin jahit, mesin obras, dan mesin deck, sekitar 30 buah. Sedangkan barang di kardus ada sekitar 7 kardus besar. Informasi sementara yang dikumpulkan kediripost, barang – barang itu merupakan bantuan dari Pemprov Jatim sekitar tahun 2016 an untuk pemberdayaan masyarakat dalam rangka alih profesi, khususnya bagi warga di eks lokalisasi Semampir dan warga lain yang terdampak pembubaran lokalisasi Semampir. Hanya saja, belum ada penjelasan dari Pemkot terkait barang-barang itu. Beberapa warga warga di kawasan eks lokalisasi yang ditemui, mengaku mereka belum pernah menerima bantuan peralatan usaha konfeksi dari Dinas Sosial. Yang ada dari Dinas Koperasi dan UMKM berupa pelatihan konfeksi. Tetapi mesin perlengkapan konfeksi saat itu tidak diserahkan ke warga, hanya pinjam pakai untuk pelatihan. “Pokok saat itu tidak ada surat penyerahan bahwa barang itu diberikan ke warga,”ujar salah seorang warga Semampir yang menolak disebut namanya Kini, alat-alat itu sebagian masih digunakan warga yang tergabung dalam koperasi ‘Wong Pitu’ untuk usaha konfeksi dan sebagian ditarik kembali ke Dinkop dan UMKM. “Kita sedang mengajukan surat agar barang yang dulu dipinjam pakai, bisa dihibahkan ke warga untuk usaha,”ujar Kemi, warga Semampir yang lain. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Triyono Kutut Purwanto, saat dihubungi melalui saluran whatsap, hanya dibaca dan tidak dijawab. Saat dihubungi melalui seluler, juga tidak diangkat. Sedangkan Kabag protokol dan komunikasi pimpinan, Apip Permana, yang berusaha membantu menghubungi Triyono Kutut, juga mengaku tidak diangkat. “Saya telepon belum diangkat,”kata Apip. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *