26,5 Persen Swab, Positif

Sekolah Tatap Muka Menunggu Perkembangan

KEDIRI – Kasus covid -19 di Kabupaten Kediri, masih terus meningkat. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, sebanyak 26,5 persen orang yang diswab, positif terpapar covid atau setiap 100 orang yang di-swab, rata-rata ada 26,5 orang yang positif. Prosentase ini dinilai sangat tinggi, karena standar covid terkendali adalah di bawah 5 persen. “Ini masih belum mencapai puncaknya. Kita belum tahu dimana dan kapan puncaknya,”ujar Bambang Triyono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, ditemui usai pertemuan Gugus Tugas di ruang Jayabaya, Senin (30/11/2020).

BAMBANG TRIYONO : Angka Covid di Kabupaten Kediri masih terus bertambah dan belum pada puncaknya

Angka 26,5 persen itu, lanjut Bambang, berdasarkan orang. Karena ada satu orang yang pernah diswab 2 atau 3 kali, itu dihitung 1, karena dasarnya orang, bukan berapa kali swabnya.  Bambang juga mengaku sebenarnya ada target swab 230 orang per hari. Kendalanya, ada pedoman baru bahwa yang diswab hanya orang yang batuk, pilek, kontak erat dengan gejala, dan sebagainya. “Kalau orang ke Puskesmas ada batuk, pilek, terus di swab, kira-kira bagaimana respon orang itu, kan repot itu,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko, mengaku masih akan mempertimbangkan ulang program sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan awal 2021, meskipun sudah ada kesepakatan bersama empat mentri. “Kita masih menunggu perkembangan. Karena situasi angka covid masih terus naik di Kabupaten Kediri,”ujar Sujud.

Menurut  Sujud, keputusan untuk sekolah tatap muka butuh banyak pertimbangan. Bagaimana gugus desa, siap apa tidak, harus tanya wali siswa, dan sebagainya. Selain itu, banyak sekolah yang digunakan untuk ruang isolasi. “Mudah-mudahan akhir Desember angkanya menurun,”tambah Sujud. (mam)   

26.5 Percent of Swabs, Positive

Face-to-Face School Awaits Development

KEDIRI – Covid -19 cases in Kediri Regency, are still increasing. Based on data held by the Kediri District Health Office, 26.5 percent of the people who were interviewed were positive for Covid or every 100 people who were swabbed, on average there were 26.5 people who were positive. This percentage is considered very high, because the standard for controlled covid is below 5 percent. “It’s still not at its peak. We don’t know where and when it will peak, ”said Bambang Triyono, Head of the Kediri Regency Health Service, when met after the Task Force meeting in the Jayabaya room, Monday (30/11/2020).
That 26.5 percent figure, continued Bambang, was based on people. Because there is one person who has been swab 2 or 3 times, it is counted as 1, because it is basically people, not how many times. Bambang also admitted that there was actually a swab target of 230 people per day. The obstacle is that there are new guidelines that only people who have coughs, colds, close contact with symptoms, and so on are responsible. “If people go to the Puskesmas there are coughs, colds, they continue to swab, how do people respond, it’s a hassle,” he said.
Meanwhile, the Head of the Kediri Regency Education Office, Sujud Winarko, admits that he will still reconsider the face-to-face school program that will be implemented in early 2021, even though there is an agreement with the four ministers. “We are still waiting for developments. Because the situation, the Covid rate is still increasing in Kediri Regency, “said Sujud.
According to Sujud, the decision to go face-to-face requires a lot of consideration. How is the village cluster, ready or not, you have to ask the student’s guardian, and so on. In addition, many schools are used for isolation rooms. “Hopefully by the end of December the numbers will decrease,” added Sujud. (mam)
Selengkapnya tentang 26,5 Persen Swab, Positif Sekolah Tatap Muka Menunggu Perkembangan KEDIRI – Kasus covid -19 di Kabupaten Kediri, masih terus meningkat. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, sebanyak 26,5 persen orang yang diswab, positif terpapar covid atau setiap 100 orang yang di-swab, rata-rata ada 26,5 orang yang positif. Prosentase ini dinilai sangat tinggi, karena standar covid terkendali adalah di bawah 5 persen. “Ini masih belum mencapai puncaknya. Kita belum tahu dimana dan kapan puncaknya,”ujar Bambang Triyono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, ditemui usai pertemuan Gugus Tugas di ruang Jayabaya, Senin (30/11/2020). Angka 26,5 persen itu, lanjut Bambang, berdasarkan orang. Karena ada satu orang yang pernah diswab 2 atau 3 kali, itu dihitung 1, karena dasarnya orang, bukan berapa kali swabnya. Bambang juga mengaku sebenarnya ada target swab 230 orang per hari. Kendalanya, ada pedoman baru bahwa yang diswab hanya orang yang batuk, pilek, kontak erat dengan gejala, dan sebagainya. “Kalau orang ke Puskesmas ada batuk, pilek, terus di swab, kira-kira bagaimana respon orang itu, kan repot itu,”tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko, mengaku masih akan mempertimbangkan ulang program sekolah tatap muka yang akan dilaksanakan awal 2021, meskipun sudah ada kesepakatan bersama empat mentri. “Kita masih menunggu perkembangan. Karena situasi angka covid masih terus naik di Kabupaten Kediri,”ujar Sujud. Menurut Sujud, keputusan untuk sekolah tatap muka butuh banyak pertimbangan. Bagaimana gugus desa, siap apa tidak, harus tanya wali siswa, dan sebagainya. Selain itu, banyak sekolah yang digunakan untuk ruang isolasi. “Mudah-mudahan akhir Desember angkanya menurun,”tambah Sujud. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *