Ngeri, Pemakaman Covid Tanpa APD

Dilakukan Warga dan Keluarga,  tanpa Petugas Gugus

KEDIRI- Ngeri….Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan pemakaman jenazah covid-19 di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Minggu (22/11/2020). Tidak ada satupun petugas pemakaman Gugus Covid yang datang. Sehingga, terpaksa pemakamannya dilakukan warga dan keluarga jenazah. Tanpa APD dan  sebagian tanpa memakai masker. Karena darurat tidak ada petugas gugus. Hanya ada Babinsa dan Kades.

SESUAI PROTOKOL KESEHATAN?  Pemakaman jenazah covid-19 dilakukan warga dan keluarga sendiri, hanya satu dari keluarga yang memakai pakaian ala APD

Informasi yang dikumpulkan kediripost,  pasien covid itu meninggal di RS Gambiran Sabtu (21/11/2020). Keluarga mendapat kabar itu sekitar pukul  21.30. Dari kabar itu, keluarga segera menghubungi keluarga yang lain dan berkoordinasi dengan desa dan bidan desa. Saat itu, bidan desa meminta agar keluarga tidak boleh keluar, karena sudah ada petugas yang mengurus.

Namun tengah malam, ada kabar dari desa agar keluarga menjemput  jenazah di RS. Akhirnya, anak korban keluar dari isolasi mandiri di rumah dan menjemput jenazah ibunya dari RS untuk dibawa pulang guna dimakamkan.  Jenazah tidak boleh mampir ke rumah, tapi langsung ke pemakaman.

Namun sampai di lokasi pemakaman, ternyata tidak ada satupun petugas pemakaman dari Gugus Covid-19 yang datang. Keluarga yang sedang isolasi atas ide sendiri, juga diminta membantu. Alasannya, karena medan sulit. Akhirnya, keluarga yang sedang isolasi datang ke pemakaman. Ternyata, mereka tetap tidak menemukan satu pun petugas pemakaman dari Gugus. Setelah menunggu beberapa lama tidak ada kejelasan kedatangan petugas pemakaman, akhirnya warga bersama keluarga memakamkan sendiri jenazah itu, tanpa APD dan sebagian tanpa memakai masker.

Situasi pemakaman yang seperti itu, membuat keluarga dan warga sekitar menjadi resah. Muncul juga isu-isu tentang kepastian apakah jenazah itu benar-benar covid atau bukan. Sebab, sejak dinyatakan covid (10/11/20) dan isolasi sampai beberapa hari usai pemakaman, kelurga jenazah tidak diberi surat bukti covid. Dari RS Gambiran hanya diberi surat kematian yang menerangkan bahwa jenazah meninggal karena penyakit menular.  Baru pada Kamis (26/11/2020) saat keluarga mendatangi RS Gambiran, diberi surat yang menerangkan bahwa jenazah terpapar covid-19. “Sampai sekarang, juga tidak pernah ada petugas yang datang untuk swab keluarga atau ke warga yang ikut memakamkan. Jadi ya dibiarkan begitu saja,”ujar Ashar Montera, salah seorang keluarga jenazah yang ikut memakamkan.

Samsul meminta agar kejadian pada keluarganya itu tidak menimpa orang lain. Sebab, isu tentang covid sering meresahkan masyarakat dan keluarga pasien. “Kita sangat prihatin dengan penanganan covid yang seperti itu. Janggal semuanya,”tandas Ashar.

Sementara itu, Kelapa Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, mengakui pemakaman jenazah covid-19 di Desa Kranding itu tanpa pendampingan dari Gugus. Tetapi sudah sesuai protokol. Saat ditanya mengapa tidak ada pendampingan dari Gugus? Slamet menjelaskan, didampingi dari RS Gambiran. Saat ditanya soal info bahwa  dari RS Gambiran hanya ada seorang sopir ambulance pengantar jenazah,  Slamet, hanya mengatakan yang jelas sudah sesuai protokol. “Gugus desa juga ada di sana,”kata Slamet. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *